Saksi Pasutri Disebut Positif Narkoba

0
499
KERAS: Umar tidak terima dirinya dituding telah mengancam saksi (atas). Siti Harliyana di PN Banyuwangi kemarin.
KERAS: Umar tidak terima dirinya dituding telah mengancam saksi (atas). Siti Harliyana di PN Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI – Sidang kasus peredaran narkoba dengan terdakwa oknum anggota polisi Brigadir Sigit Dwi Susanto, 28, berlangsung panas di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (6/11).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Anggota Satnarkoba Polres Banyuwangi, Umar Santoso, yang dihadirkan sebagai saksi verbal sempat emosional lantaran dirinya dituding mengancam akan menembak saksi. Saat bersaksi dalam persidangan dengan terdakwa Brigadir Sigit, Umar membantah keras mengancam saksi.

Setelah menyerahkan para tersangka dan saksi ke Polres Banyuwangi, Umar mengaku keluar ruangan dan mencari makan. “Selama mereka diperiksa, saya tidak ada di ruangan,” cetus Umar Santoso di PN Banyuwangi kemarin.

Majelis hakim yang dipimpin Elly Istianawati SH dengan anggota I Wayan Gede Rumega SH dan Tenny Erma Suryathi SH meminta jaksa penuntut umum (JPU) Djoko Santoso SH menghadirkan Umar Santoso. Anggota Satnarkoba itu dituding mengancam akan menembak pasangan suami istri (pasutri) Fantri Kristiono dan Siti Harliyana saat dimintai keterangan sebagai saksi di ruang Satnarkoba Polres. “Saya tidak pernah kenal Fantri dan istrinya,” ujar Umar Santoso.

Umar mengaku datang ke polres usai menjemput pasutri itu di rumahnya di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat. Selanjutnya, Umar menyatakan tidak ikut dalam pemeriksaan kasus tersebut. Bahkan, saat itu dirinya langsung keluar dar “Saya tidak pernah meng ancam akan menembak saksi. Selama dari rumahnya hingga polres, saya tidak pernah ngomong,” katanya sambil menoleh kepada pasutri tersebut yang duduk di belakangnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last