sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa Indonesia tengah mempersiapkan pengiriman pasukan keamanan ke Gaza, Palestina, melalui skema International Stabilization Force (ISF).
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari resolusi Dewan Keamanan PBB terkait pembentukan pasukan stabilisasi internasional di wilayah tersebut.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menegaskan bahwa proses persiapan masih berlangsung.
“Kalau untuk proses persiapan, memang Indonesia melakukan persiapan tersebut. Mengenai timeline, belum ada yang definitif. Jumlah juga belum definitif, tapi prosesnya sedang dilakukan,” ujarnya di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (11/2/2026).
Ia menambahkan bahwa pengiriman pasukan ke Gaza tidak hanya melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga di dalam negeri, tetapi juga komunikasi dengan pihak luar negeri.
“Kementerian Luar Negeri dan seluruh kementerian dan lembaga terkait melakukan koordinasi untuk mengawal instruksi Presiden tersebut,” katanya.
Kemlu juga menekankan bahwa keterlibatan Indonesia dalam ISF berfokus pada aspek kemanusiaan.
Indonesia disebut tidak akan terlibat dalam pelucutan senjata, melainkan mendukung stabilitas dan perlindungan warga sipil.
Sebelumnya, media Israel melaporkan bahwa persiapan lapangan untuk pengerahan pasukan Indonesia telah dimulai.
Laporan tersebut menyebut kemungkinan keterlibatan beberapa ribu personel, termasuk tahap perencanaan dan logistik.
Sebagai informasi, pada 17 November 2025, Dewan Keamanan PBB mengadopsi Resolusi 2803 yang mendukung pembentukan ISF di Gaza.
Resolusi yang dirancang Amerika Serikat itu didukung 13 anggota dewan, sementara Rusia dan China memilih abstain.
ISF bertugas membantu pengamanan perbatasan, menstabilkan situasi keamanan, melindungi warga sipil, serta mengamankan koridor kemanusiaan sesuai hukum internasional.







