BANYUWANGI, KOMPAS.com – Seorang remaja duduk tenang di barisan kursi 12 atlet tinju yang diperkenalkan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi, Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso kepada publik, Rabu (11/2/2026).
Remaja tersebut bernama Muhammad Haidar Ilham (17), siswa SMAN 1 Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur, yang menjadi peserta kejuaraan Danlanal Banyuwangi Cup 2026 yang digelar tiga hari pada 10-12 Februari 2026.
Haidar bercerita, ia telah mendalami bidang tinju sejak satu tahun belakangan dan berlatih di sasana tinju Laras Macan Putih Ketapang, yang jaraknya sekitar 30 menit perjalanan.
Baca juga: Cegah Tawuran, Warga Kebumen Ini Ubah Rumahnya Jadi Arena Tinju
“Saya latihan dan pulang pergi setiap hari kecuali Kamis, setelah pulang sekolah, istirahat 30 menit langsung berangkat latihan,” kata Haidar.
Siswa kelas XI tersebut bercerita keinginan mendalami bidang tinju berasal dari keinginan sendirinya yang timbul setelah berselancar di media sosial Tiktok.
“Saya mikir, para petinju itu bisa, jadi saya juga bisa,” tambahnya.
Baca juga: Wabup Pidie Jaya Tinju Kepala SPPG, Kapolres Turun Tangan: Laporan Resmi Sudah Ada
Ia menjalani aktivitasnya dengan antusias. Sebagai bukti untuk diri sendiri, Haidar berlatih dengan baik, hingga dirinya dapat menjuarai berbagai kejuaraan tinju di tingkat kabupaten.
Terbaru, ia menjadi juara 1 kejuaraan Bupati Banyuwangi Cup dan juara 1 Sama Fighting Club di Kabupaten Jember.
Haidar menuturkan, semua upaya yang dilakukan tersebut juga dipersembahkan untuk ibunya yang kini bekerja sebagai buruh migran di Taiwan.
“Saya ingin membuat ibu bangga dengan mencari prestasi,” tutur pemuda tiga bersaudara itu.
Naik turun prestasi pun dialaminya, namun satu hal yang dia yakini bahwa kegagalan tidak boleh dijadikan alasan untuk menyerah.
Ia memilih untuk menguatkan mentalnya dan mempersiapkan diri untuk percaya diri menjalani kejuaraan yang akan dijalani, termasuk kejuaraan Danlanal Banyuwangi Cup 2026.
Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso mengatakan, kejuaraan tersebut melibatkan 158 petinju yang terdiri dari 146 petinju amatir dan 12 petinju profesional yang berasal dari sasana tinju di Jawa dan Bali.
Kejuaraan digelar selama tiga hari pada 10-12 Februari di Mako Lanal Banyuwangi, terdiri berbagai kategori antara lain junior, youth, elite, men, eksibisi, putri, men up dan 4,5 dan 6.
Serta puncaknya, dilaksanakan tinju profesional enam partai tinju yang memperebutkan sabuk emas kejuaraan Danlanal Cup 2026.
“Kejuaraan Danlanal Banyuwangi Cup ini merupakan komitmen Lanal Banyuwangi untuk mengusung dan mengembangkan bakat-bakat petinju yang ada di wilayah khususnya Jawa Timur dan Bali,” ucapnya.
Ia berharap, kejuaraan tersebut dapat menjadi wadah untuk para petinju menunjukkan kemampuan terbaiknya, sekaligus menjadi sarana tumbuhnya bibit-bibit petinju atlet berprestasi dari berbagai daerah.
Sehingga dapat melahirkan atlet-atlet dengan personal yang disiplin, bertanggungjawab dan sportif, serta dapat dibanggakan dan mendapatkan prestasi nasional maupun internasional.
“Melalui penyelenggaraan Danlanal Banyuwangi Cup 2026 ini kami ingin menghadirkan sebuah ajang yang tidak hanya kompetitif dan profesional, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, disiplin, bekerja keras semangat juang yang tinggi,” tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang







