Satreskoba Gerebek Dua Pabrik Jamu

0
723

GEREBEKMUNCAR – Pabrik jamu tradisional di Kabupaten Banyuwangi tampaknya terus menjadi incaran aparat kepolisian. Setelah sepekan lalu dua pabrik jamu di Desa Kebaman, Kecamatan Srono, digerebek, kali ini giliran dua pabrik jamu ditutup polisi Minggu malam lalu (5/4).

Kedua pabrik jamu tradisional yang digerebek karena diduga menggunakan obat kimia itu adalah cap Klanceng Putih milik Suyitno, 50, di Dusun Kepatihan, Desa Kedalaman, Kecsamatan Rogojampi, dan pabrik jamu cap Akar Daun milik Panijo, 59, di Dusun Sumberayu, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar.

Kedua pabrik jamu Tradisional itu digerebek anggota Satreskoba Polres Banyuwangi kemarin malam (5/4). “Kedua pabrik jamu tradisional itu diduga menggunakan obat kimia’ cetus Kasatreskoba, Polres Banyuwangi, AKP Agung Setya Budi.

Aggung menyebut, dari dua jamu tradisional itu yang kali pertama di datangi adalah pabrik jamu cap Klanceng Putih milik Suyitno, 50, di Dusun Kepatihan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi. Dari pabrik jamu itu, polisi meluncur ke pabrik jamu cap Akar Daun milik Panijo, 59, di Dusun Sumberayu, Desa Sumberberas.

“Pabrik jamu itu kita tutup dan kita segel,” cetusnya. Dari kedua lokasi pabrik jamu tradisional yang digerebek itu, polisi hanya menyita beberapa botol jamu. Jamu itu akan diuji di laboratorium. “kita bawa ke laboratorium untuk diperiksa kandungan jamu itu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng tadi malam.

Sambil menunggu hasil uji di labotatorium, kedua pemilik pabrik jamu tradisional itu dipanggil ke polres untuk dimintai keterangannya, Senin (6/4). “Kedua pemilik jamu itu mengakui memproduksi jamu sejak dua hingga tiga tahun lalu, terangnya.

Pada penyidik Satreskoba, terang dia, jamu tradisional yang diproduksi kedua pabrik jamu itu didistribusikan ke beberapa kota mulai Jawa Barat, jawa Tengah, dan Jawa Timur. “Pemilik pabrik jamu sudah kita periksa dan akan kita dalami,” ujarnya.

Baca :
Owner Investasi Bodong Akhirnya Masuk Bui

Pantauan jawa pos Radar Genteng, kedua lokasi pabrik jamu yang baru digerebek oleh angota Satresnarkoba Polres Banyuwangi, terlihat sepi dan tidak tampak ada aktivitas sama sekali. Gerbang pabrik terkunci rapat, meski tidak tedihat ada police line.

Rumah dan pabrik jamu milik Suyitno, terkunci rapat dan tidak satu orang pun yang bisa ditemui. Salah seorang karyawan di pabrik jamu ini menyebut kalau selama ini pabrik di tempatnya kerja sering didatangi anggota polisi.

“Polisi sudah biasa ke pabrik, kalau pulang biasanya diberi uang,” kata karyawan pabrik jamu yang minta namanya tidak dikorankan. Di lokasi pabrik milik Panijo di dusun Sumberayar, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, juga tidak berbeda.

Gerbang pabrik terlihat tertutup dan terkunci. Di lokasi itu tidak terlihat ada seorang pun. Dari depan gerbang, tampak tumpukan botol dalam karung plastik. “Pabriknya tutup, karyawannya berhenti bekerja semua,” ujar salah seorang orang warga sekitar lokasi pabrik kemarin (6/4). (radar)