Sebulan Nyaris Kosong

0
393

BANYUWANGI – Stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi nyaris kosong sejak sebulan terakhir. Langkah yang ditempuh dengan mendatangkan puluhan kantong darah dari daerah lain ternyata tidak mampu mengimbangi permintaan yang datang. Akibatnya, kini PMI Banyuwangi menerapkan donor pengganti setiap kali ada pasien yang membutuhkan darah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Seperti diutarakan Humas UDD PMI Banyuwangi, Hadianto, kemarin (3/9). Dikatakannya, kekosongan stok darah tersebut sudah terjadi sejak pertengahan Ramadan lalu. “Sampai saat ini (kemarin, Red), stok darah masih kosong. Padahal, permintaan darah terus mengalir, per hari jumlahnya (permintaan darah) rata-rata mencapai 30 kantong,” ujarnya.

Menurut Hadianto, pada pertengahan Ramadan, pihaknya sempat mendatangkan pasokan darah dari Gresik sebanyak 50 kantong. Namun, pasokan yang datang tersebut tetap tidak mampu mengimbangi jumlah permintaan darah. Hal itu membuat PMI Banyuwangi menerapkan sistem donor pengganti setiap kali ada permintaan darah.

Loading...

Donor pengganti merupakan ang gota keluarga seorang pasien yang membutuhkan stok darah. “Jika anggota keluarga itu memiliki golongan darah yang sa ma dengan pasien, maka akan dilakukan transfusi darah dari seorang anggota keluarga ter sebut,” papar Hadianto. Untuk mengatasi kekosongan stok darah, PMI Banyuwangi kini berencana mendatangkan stok darah dari Bangil, Pasuruan.

Selain itu, PMI juga sudah menghubungi beberapa sekolah agar bersedia melakukan donor darah masal. Sayang, saat ini donor darah masal itu belum bisa dilakukan lantaran sekolah-sekolah masih padat agenda, salah satunya agenda HUT Proklamasi Kemerdekaan RI. “Insya Allah pertengahan bulan September, beberapa sekolah akan melakukan donor darah masal,” pungkasnya. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2