Sehari Enam Kali Pecah Kaca

0
196

sehariBANYUWANGI – Aksi kejahatan pencurian dengan modus pecah kaca mobil marak di Bumi Blambangan Selasa lalu (19/11). Hanya dalam tempo sehari tersebut, tercatat ada enam kejadian pecah kaca di wilayah Kabupaten Banyuwangi.  lnformasi yang berhasil di himpun Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, enam lokasi pecah kaca tersebut meliputi Kecamatan Genteng. Hingga Kecamatan Kabat. Ada juga kejadian di kawasan Mendut, Kelurahan Kertosari (Kecamatan Banyuwangi). Kelurahan Penataban Kecaatan Giri, dan Kecamatan Gambiran.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ketingian paling besar dialami kurban di wilayah kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Pelaku pecah kaca mobil di Kertosari ini berhasil menggondol satu unit laptop.  Kapal res Banyuwangi AKBP Tri Bisono soemiharso melalui Kasat reskrim AKP muhammad Wahyudin Latif menuturkan, pihaknya masih memburu pelaku pencurian spesialis pecah kaca mobil tersebut. Melihat rentetan waktu kejadian dan lokasi. kepolisian menduga kejadian itu dilakukan oleh orang yang sama.  “Bisa jadi orangnya sama. itu yang masih kami selidiki,” tutur AKP Wuhyudin. 

Hasil penelusuran Jawa Pos Radar Banyuwangi menemukan insiden pecah kaca pertama terjadi di wilayah Kecamatan Genteng sekitar pukul 13.00. Selanjutnya, duajam kemudian pelaku di duga merambat ke wilayah Kecamatan Kabat. Kali ini pelaku memecah kaca mobil pengunjung rumah makan di Desa Dadapan, Kecamatan Kabat.  Selang empat jam kemudian, aksi pecah kaca kembali ini terdeteksi di wilayah Jalan Mendut.

Kecamatan Banyuwangi setengah jam kemudian pecah kaca merambat ke wilayah Kecamatan Kertosari.  Puas beraksi dan menggondol laptop di Kertosari, pelaku bergeser ke wilayah Jalan Mawar Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri. Dan yang terakhir aksi pecah kaca di ketahui berlangsung di Kecamatan Gambiran. Nah untuk kejadian pecah kaca mobil di Penataban korbannya adalah Muhammad Yassin Soepandi. 44 warga Jalan Mawar, 18, Kecamatan Giri, Banyuwangi. 

Mobil Nissan Grand Livina hitam milik Yassin di pecah kacanya saat parkir di halaman rumahnya pukul 18.00 Selasa malam (18/11. Menurut pengakuan Yassin, mobil baru yang baru di dapat sepekan itu awalnya diparkir di depan rumahnya pukul 17.45. Setelah itu, dia masuk rumah salat magrib, Mobil bernomor polisi P 8710 XX itu diparkir di depan rumahnya. Tidak ada firasat apapun terkait aksi pecah kaca tersebut. Sebab, sama sekali tidak ada suara mencurigakan. Aksi itu diketahui Yassin sekitar 15 menit kemudian.

Loading...

“Setelah salat Magrib, tepat pukul 18.00. saya mau keluar lagi untuk kerja. Tahu-tahu kaca mobil bagian tengah sebelah kanan sudah pecah.” Sadar menjadi korban kejahatan, dia langsung mengecek barang-barang di dalam mobil tersebut. Ternyata benar, tas laptop yang ditaruh di dalam mobil raib digondol pelaku. Sayang pelaku hanya mendapatkan tas kosong. Sebab, tas tersebut hanya berisi nota-nota dan beberapa berkas.  Laptop miliknya tidak di dalam tas tersebut. 

“Pelaku sepertinya mencongkel dulu bagian pinggir kaca mobil saya. Ada penyok di bagian pinggir kaca seperti habis dicongkel,” terang Yassin. Saat itu juga Yassin langsung melaporkan kejadian itu kepolsek Giri. Kebetulan tempat kejadian perkara tidak jauh dari Polsek Giri. Dua anggota Polsek Giri langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan.  Kapolsek Girl, lptu Mujiono, melalui Kanit reskrim Polsek Giri, Iptu Hendarso, membenarkan korban terkait kejadian itu. Sampai saat ini petugas masih menyelidiki kejadian tersebut.

”Aksi ini tidak ada yang mengetahui secara persis, karena kejadian pada saat magrib. Kondisinya sangat sepi,” terang Iptu llendarsa  Lebih lanjut I lcndmso mengimbau warga yang memarkir mobilnya di pinggir jalan tidak meninggalkan barang-barang berharga didalam mobil. Saya harap semua warga tidak meninggalkan barang berharga di dalam mobil saat parkir Kejadian itu dalam proses penyidikan lebih lanjut, ujarnya.

Sementara itu aksi pecah kaca mobil terakhir berlangsung di jalan raya masuk Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran. Lokasi persisnya berada depan gudang lndomarco, Dusun Clowong, Desa Wringinagung. Kecamatan Gambiran.  Sasarannya adalah mobil Toyota Yaris Nopol P 1899 VO, milik Suherman. 32, warga Dusun Sambirdo, Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo. Aksi pecah kaca tersebut terjadi saat Suherman yang baru pulang dari rumah teman di Desa Sambimulyo, Kecamatan Gambiran. Saat itu, din mampir kegudang indomarco untuk menyampaikan titipan barang dari teman. 

 Sesaat  setelah parkir, Herman masuk gudang dan berbincang lima menit dengan rekanan. Saat itu dia dikejutkan suara kami di lempar batu. Ketika sampai depan pintu gerbang gudang, korban melihat dua pemuda berdiri di depan mobilnya. Dan baru sadar ketika dua pemuda tersebut langsung kabur tancap gas menaiki motor matic. “Saya tidak menyadari kalau kaca saya dipecah orang. sebenarnya saya melihat dua pemuda berdiri di depan mobil saya.

Begitu melihat keduanya kabur saya baru menyadari kalau kaca mobil saya dipecah.” ujarnya.  Hermaan langsung memeriksa mobil dan barang bawaan. Ternyata, tas warna hitam berisi BPKB sepeda motor dan tiga buku tabungan hilang dicuri. Herman langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gambiran. Atas kejeadian tersebut, Herman mengalami kerugian sekitar Rp 2 juta. “Tas tadi tidak ada uangnya. Meski begini saya juga pusing, BPKB motor saya ikut diambil,” pungkasnya. (radar)

Loading...