Sehari Layani 40 Orang, Kaum Dhuafa Dapat Diskon

0
285


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

DI tepi pinggir jalan S. Parman, Kelurahan Sobo, Banyuwangi, sebuah kios dengan kaca bening menarik perhatian setiap pengendara yang melintas. Papan nama itu bertuliskan “Pangkas Rambut Kharisma”. Saat masuk ke dalam kios, angin sejuk yang berembus dari luar terasa sekali.

Maklum, kios tersebut berada di pinggir jalan raya. Pemilik kios, Suherman, 42, tampak sibuk memotong rambut setiap pelanggannya. Ada anak-anak, anak muda, hingga orang tua terlihat mengantre di kios pangkas rambut  dekat Hotel Santika tersebut.  Terlebih kemarin merupakan hari  Minggu, tentunya banyak pelanggan Suherman yang datang untuk merapikan rambutnya.

”Kalau hari minggu selalu ramai. Yang antre dari segala  usia, mulai anak-anak hingga kekek-kakek potong rambut di sini,” ujar Suherman sambil memotong rambut salah satu pelanggannya. Meski banyak yang mengantre, tampaknya Suherman tidak terlalu mempedulikan. Dia tetap asyik melanjutkan pekerjaannya  untuk memotong rambut dengan penuh teliti.

Dia tidak terlihat terburu-buru meski banyak pelanggan yang mengantre di kios pangkas rambut yang lokasinya di sebelah timur jalan tersebut. ”Biarkan pelanggan mengantre, saya tidak terburu-buru. Yang saya utamakan kepuasan pelanggan. Jadi harus teliti untuk memotong rambut orang, biar hasilnya bagus dan rapi,” jelas bapak dua anak itu.

Selain ketelitian dalam memotong rambut Suherman juga butuh masukan dari pelanggan. Meski dia sudah mengetahui apa yang diinginkan pelanggan, namun tetap meminta masukan terkait apa yang kurang dari hasil kerjanya.

Loading...

”Kita harus aktif bertanya kepada pelanggan biar tidak salah potong dan sesuai  selera pelanggan saya,” imbuhnya.  Nah, setelah satu rambut pelanggan selesai dicukur, Suherman lantas tidak langsung  mempersilakan pelanggannya untuk meninggalkan kiosnya.

Setiap pelanggan yang telah dipotong selalu mendapatkan fasilitas tambahan  dan tentunya gratis, yakni sebuah pijatan dari  kepala, leher hingga pundak. ”Biar lebih fresh saja, jadi harus dipijat. Tidak ada ongkos tambahan, sudah include dengan ongkos cukur,” terang pria yang sudah menjadi tukang cukur  sejak tahun 2008 ini.

Benar saja, saat Jawa Pos Radar Banyuwangi mencoba menikmati layanan pangkas rambut  Kharisma, rasa pijatan terasa sekali. Bonus  pijatan ini benar-benar membuat kepala menjadi  lebih enteng. ”Saya juga sanggup jika diminta memijat, tapi khusus memijat kepala dan pundak saja,” tandasnya lantas terkekeh.

Pangkas rambut Kharisma dikelola dua orang,  yakni Suherman dan Budi warga Rogojampi. Setiap hari, kecuali hari raya Idul Fitri, kios  pangkas rambut selalu buka. Secara bergantian Suherman dan Budi menjadi tukang cukur  di sana. ”Pagi buka pukul 08.00, tutup kadang  sampai jam 12 malam. Sampai pelanggan  habis pokoknya,” tambahnya.

Dalam sehari, Suherman dan Budi bisa memangkas rambut 40 pelanggan lebih. Untuk  ongkos juga ada perbedaan, jika anak-anak,  tarifnya cukup Rp 5.000 saja. Sementara untuk orang dewasa, dia mematok tarif satu kepala  Rp 8.000.

”Tapi kalau kaum dhuafa, misalnya tukang becak atau orang yang tidak mampu,  kami beri diskon bayarnya cukup Rp 5.000 saja. Sambil bekerja sambil beramal,” ungkapnya. Agar pelanggan tidak jenuh mengantre,  Suherman menyediakan surat kabar di kiosnya agar bisa dibaca-baca oleh pelanggan selagi  menunggu antrean.

”Saya sudah menjadi pelanggan harian Jawa Pos Radar Banyuwangi sejak sebelum tahun 2008. Setiap hari saya beli koran, nanti kalau pulang saya bawa lagi korannya agar dibaca istri dan anak saya,” kata pria yang tinggal di Perumahan Puring Asri, Sobo ini.

Pria asli Bondowoso ini menambahkan, menjadi seorang tukang cukur ini memang bukanlah cita-cita dari dirinya. Meski hasilnya tidak seberapa, namun menjadi tukang cukur  ternyata sudah bisa memperbaiki perekonomian keluarganya.

Dulu dia yang hanya mengontrak rumah, kini sudah bisa mulai kredit rumah. ”Semua pekerjaan kalau dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan telaten pasti ada hasilnya. Jadi orang juga harus sabar,” pungkasnya. (radar)

Loading...