Berita Terkini Seputar Banyuwangi

Selidiki tak Munculnya Nilai Ujian Produktif

BANYUWANGI – Dinas Pendidikan Banyuwangi me nyelidiki penyebab tidak muncul nya nilai produktif satu pe serta unas dari SMK Muham madiyah 6 Rogojampi. Aki bat menghilangnya nilai pro duktif itu, passing grade nilai ke lulusan siswa tersebut tidak ter penuhi. Tidak munculnya nilai ujian produktif itu belum ditemukan pe nyebabnya hingga kemarin (25/5). Apakah menghilangnya nilai produktif itu karena human error ataukah yang bersangkutan memang tidak mengikuti ujian, Dispendik belum berani memastikan.

Kepala Dispendik Ba nyuwangi, Sulihtiyono mengatakan, jika saja nilai produktif muncul, maka peserta unas SMA/SMK di Banyuwangi akan lulus semua. Namun, karena nilai produktif satu peserta SMK ti dak muncul, maka satu siswa tidak lulus. “Kelulusan peserta unas SMK tahun ini mencapai 99,986 persen. Sekarang kita se dang cek penyebabnya,” kata Sulihtiyono. Sulihtiyono menolak untuk menduga-duga penyebab menghilangnya nilai produktif satu siswa sekolah swasta itu.

Yang pasti, kata dia, kemungkinan lulus satu peserta itu masih terbuka. Kini pi haknya masih melakukan pe ngecekan ulang terhadap pro ses unas satu siswa tersebut. “Yang kita temukan, nilai ujian produktifnya sama se kali tidak ada. Sehingga, me nyebabkan passing grade kelulusan ber kurang,” katanya Walau peluang lulus masih ada, tapi Sulihtiyono tidak be rani memberikan jaminan apakah siswa itu bisa lulus ataukah tidak.

Yang jelas, kata dia, jika saja nilai ujian produktif mun cul, maka siswa tersebut akan lulus. Lalu, kapan cap jari ija zah? Sulihtiyono belum bisa me mastikan. Pihaknya masih menunggu jadwal dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Seperti diberitakan se be lumnya, unas SMK tahun 2013 diikuti sekitar 7.241 peserta. Dari 7.241 itu, satu orang di nya takan tidak lulus dalam pe ngumuman hasil unas Jumat (24/5) lalu.

Peserta unas SMK yang tidak lulus itu berasal dari SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi. Unas di sekolah tersebut diikuti sekitar 283 pe serta. Dari 283 peserta itu, yang dinyatakan lulus hanya 282 orang. Satu peserta kandas karena ni lai ujian produktifnya tidak muncul. Walau satu siswanya tidak lulus, tapi sekolah itu berhasil mengantarkan satu siswanya masuk dalam daftar lima besar nilai tertinggi sekabupaten. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE