Beranda Sosial Setuju Penutupan asal PSK Dibekali Keterampilan

Setuju Penutupan asal PSK Dibekali Keterampilan

0
679
BERSATU: Pengurus NU, Muhammadiyah, dan LDII, usai membahas penutupan lokalisasi di Ponpes Bahrul Hidayah Rabu lalu (5/9).
BERSATU: Pengurus NU, Muhammadiyah, dan LDII, usai membahas penutupan lokalisasi di Ponpes Bahrul Hidayah Rabu lalu (5/9).

Tiga organisasi massa (ormas) Islam di Banyuwangi, yaitu Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), kompak mendukung penutupan lokalisasi. Mereka langsung menggelar pertemuan hingga terbentuk Forum Banyuwangi Bermartabat (FBB).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

-ABDUL AZIZ, Srono-

“KITA santai saja, Pak, wongkita nggakmembahas qunut(doa qunut) kok di sini. Buat apa diperdebatkan wongsekarang generasi muda sudah banyak yang nggaksalat,” seloroh KH. Ali Maki Zaini saat memimpin pertemuan ketiga ormas tersebut. Memang dalam pertemuan di Pondok Pesantren Bahrul Hidayah, Dusun Rayut, Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono, tersebut jajaran pengurus ketiga ormas itu datang full team.

Dari Pengurus Cabang NU ada Ketua Tanfidziyah KH. Masykur Aly bersama jajaran pengurus harian, Ketua Pimpinan Muhammadiyah H. Suhadak Asy’ary, dan Dewan Pembina LDII Astro Junaidi. Mereka hadir lengkap dengan jajaran pengurus harian. Bukan hanya itu, masing-masing ormas juga membawa pengurus badan otonom masing-masing.

Setidaknya sekitar 40-an orang lebih datang dalam pertemuan yang digelar mulai pagi sampai siang tersebut. Kompaknya pengurus ormas tersebut dalam membahas perso-alan lokalisasi seakan menjadi berkah tersendiri bagi mereka. Sebab, dalam beberapa hal ubudiah, terkadang mereka berbeda. Namun, dalam pertemuan yang membahas penutupan lokalisasi, ketiga ormas tersebut kompak mendukung langkah Pemkab Banyuwangi.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

error: Uppss.......!