Siapkan Lahan 10 Ha untuk BLK Muncar

0
285

siapkanBANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi berencana membangun Balai Latihan Kerja (BLK) bagi para calon tenaga kerja Indonesia (TKI). Pembangunan BLK itu bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) warga yang hendak bekerja di luar negeri. Sehingga, nanti tak ada lagi TKI asal Banyuwangi yang bekerja di sektor informal. Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Banyuwangi, Syaiful Alam Sudrajat mengatakan, pembangunan BLK tersebut akan direalisasikan tahun depan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Rencananya BLK didirikan di wilayah Muncar. Luas lahan sepuluh hektare (ha) dan mulai direalisasikan tahun 2014,” ujarnya kemarin (3/4). Menurut Syaiful, jumlah warga Banyuwangi yang menjadi TKI mencapai 50 ribu orang. Dari sejumlah itu, hanya sekitar 30 persen yang bekerja di sektor formal. Itu artinya, 70 persen TKI asal Banyuwangi bekerja di sektor informal, misalnya sebagai pembantu rumah tangga Untuk menekan jumlah warga yang bekerja menjadi TKI di sektor informal, pemkab berinisiatif mendirikan BLK.

Loading...

Apalagi, seperti diketahui, kasus kejahatan yang menimpa para pahlawan devisa tersebut mayoritas menimpa mereka yang bekerja di sektor informal. “Pemkab Banyuwangi menyiapkan BLK untuk meningkatkan kualitas SDM calon TKI, sehingga di tahun 2017, TKI yang dikirim ke luar negeri hanya mereka yang memiliki skill tertentu dan siap bekerja di sektor formal,” paparnya. Lebih jauh dikatakan, dua negara di wilayah Asia Timur, yakni Taiwan dan Hongkong, menjadi tujuan favorit para TKI asal Bumi Blambangan. “TKI akan tetap ada karena pemerintah, baik pusat maupun daerah, tidak mampu menyediakan lapangan pekerjaan (yang sebanding dengan jumlah kebutuhan masyarakat),” kata dia.

Selain itu, imbuh Syaiful, banyaknya warga yang bekerja sebagai TKI juga diakibatkan disparitas upah yang cukup besar antara di dalam negeri dengan upah di luar negeri. “Upah tenaga kerja di luar negeri lebih besar dibanding upah di dalam negeri. Karena itu, banyak warga yang tergiur menjadi TKI,” tuturnya. Sementara itu, rencana pembangunan BLK di Muncar itu sejalan dengan pernyataan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar saat berkunjung ke Banyuwangi beberapa waktu lalu. Kala itu sang menteri mengatakan bahwa pada tahun 2017, Indonesia hanya akan mengirim TKI yang bekerja di sektor formal. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :