Sindikat Pencuri Besi Sumberyala Tertangkap

0
740

sindikatMUNCAR – Rangkaian besi cor tiang bangunan milik PT Sumberyala Samudra setahun lalu hilang. Aksi pencurian yang terjadi di sebuah gudang tambak udang Gumuk Kantong, Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, itu baru terungkap kemarin. Sementara polisi berhasil menangkap tiga pelaku. Mereka adalah Trimo Budiawan, 32, Marzuki, 31, dan Bambang Kastubi, 33. Ketiga pencuri tersebut ditangkap di tempat-tempat terpisah Kamis siang lalu (18/7).

Para pelaku terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama, yaitu Trimo Budiawan bersama tiga rekannya berinisial HA, WS, dan MM. Ketiga orang itu belum ditangkap dan masih dalam pengejaran petugas. Trimo Budiawan mengaku hanya sekali beraksi, yaitu pada malam hari. Saat itu, dirinya bersama temantemannya berhasil mencuri satu lonjor besi sepanjang 12 meter. “Saya cuma sekali mengambil besi itu,” aku Trimo kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin.

Dia menyatakan tidak ikut beraksi seperti yang dilakukan temantemannya. Dia juga tidak mengetahui besi tersebut dijual kepada siapa dan di mana. “Yang jual bukan saya. Saya cuma diberi uangnya,” kata pria yang pernah bekerja di PT Sumberyala Samudra itu. Komplotan kedua adalah Bambang Kastubi dan kawan-kawan. Dalam komplotan itu ada nama Marzuki. Para penjahat tersebut sekali beraksi berhasil mengembat satu lonjor besi “Saya dan teman-teman delapan kali mengambil besi,” kata Bambang.

Bambang mengaku yang mengajak mencuri adalah WS. Kepada dirinya, WS memberi tahu bahwa ada besi yang nganggur di gudang. ‘’Yang tahu pertama ya teman saya itu,” kata pria yang juga pernah bekerja di PT Sum beryala Samudra itu. Dalam beraksi, dia bersama te man-temannya membawa per lengkapan, misalnya gergaji un tuk memotong rangkaian besi. ‘’Setelah berhasil di potong, besi itu ditimbun dulu di re rimbunan sekitar situ,” kata pria yang kini istrinya sedang mengandung itu.

Dia beralasan, besi tersebut se ngaja ditimbun lantaran dia tidak tahu bakal di jual ke mana. Sebab, yang tahu adalah temannya yang kini sedang dicari polisi. “Yang tahu cuma teman saya itu. Saya sama sekali nggak tahu,” ujar kuli bangunan itu Meski begitu, dia menyebut, se ring mengantar barang hasil curian tersebut. Tetapi, dia mengaku lupa alamat yang dituju.

“Saya sama sekali lupa. Karena waktu setor malam hari,” dalih Bambang yang ditangkap di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, itu. Besi tersebut diangkut menggunakan gledekan. Satu lonjor besi dipotong di beberapa bagian. “Besi itu dipotong menjadi empat bagian,” terang bapak dua anak itu. Bambang berterus terang men dapatkan keuntungan se nilai Rp 200 ribu setiap kali  pem belian. ‘’Sekarang saya pa srah.

Saya akui perbuatan saya ini salah. Tapi, memang tin dakan saya ini karena kepe pet kebutuhan keluarga,” tandasnya. Pengakuan serupa di ung kapkan Marzuki. Bapak satu anak itu mengatakan, dirinya memang diajak Bambang mencuri besi yang sudah jadi rangkaiantiang bangunan itu. ‘’Saya siapkan gergaji,’’ katanya. Dia menghitung total ke untungan hasil penjualan besi itu mencapai jutaan r u piah.

Tetapi, aksi tersebut ak hirnya terbongkar polisi. “Kira-kira saya sudah dapat Rp 3 juta,’’ aku a pria yang ter ca tat sebagai petugas satpam di pabrik penepungan ikan di Kedungrejo, Kecamatan Muncar itu. Kapolsek Muncar, Kompol Ary Murtini melalui Kasi Humas Aiptu Putu Ardhana menjelaskan, ketiga pelaku ter se but ditangkap berdasarkan ha sil penyelidikan. ‘’Mereka bertiga kita tangkap di tempat berbeda,’’ tegasnya. Meski begitu, polisi masih pu nya pekerjaan rumah (PR). Pasalnya, sejumlah pe la ku masih belum berhasil ditangkap.

‘’Tiga pelaku lain kita tetapkan sebagai buronan. Kita akan cari terus sampai ketemu,’’ janji Putu. Dia menyebut, aksi ke ja ha tan para pelaku tersebut me nimbulkan kerugian puluhan juta ru piah. ‘’Kerugiannya ditaksir men capai Rp 50 juta. Tapi, mereka menjual barang curian itu ke pedagang rongsokan. Sampai saat ini, nama dan lokasi masih kita cari,’’ tandasnya. Dalam kasus ini, polisi ber hasil menyita barang bukti. Antara lain, dua buah gergaji dan satu unit sepeda motor Yamaha Alfa ber nopol DK 6557 AF. ‘’Kasus ini akan kita kembangkan terus,’’ janji Putu. (radar)