Sopir Bus Trans Utama Buron

  • Bagikan
KE BANDUNG: Jenazah Ujang Tompel, kernet bus Trans Utama, diangkut ambulans di RSUD Blambangan siang kemarin.
KE BANDUNG: Jenazah Ujang Tompel, kernet bus Trans Utama, diangkut ambulans di RSUD Blambangan siang kemarin.

BANYUWANGI – Aparat Polres Ba nyuwangi terus mendalami tabrakan maut antara bus PO Trans Uta ma dan PO Ardiansyah di jalan raya Desa Bengkak, Kecamatan Wong sorejo Minggu (30/12) dini hari lalu. Untuk mengungkap penye bab tabrakan, petugas satuan lalu lintas (satlantas) menggelar re ka ulang di lokasi kejadian.

Hasil reka ulang dan keterangan sejumlah saksi, polisi menyimpulkan bahwa tabrakan yang menyebabkan tiga korban tewas dan 18 penumpang terluka itu karena ada unsur human error. “Sopir bus PO Trans Utama tidak mematuhi rambu-rambu,” cetus Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Mas budi kemarin (31/12). Menurut Kapolres Nanang, kendaraan tidak boleh menyalip di ruas jalan tersebut.

Tetapi, Anan asal Bandung yang menyopiri bus PO Trans Utama nekat menyalip truk di depannya, sehingga terjadi tabrakan. “Penyebab tabrakan itu karena bus PO Trans Utama menyalip truk,” katanya. Kapolres Nanang menyebut, Anan yang menjadi sopir bus PO Trans Utama telah ditetapkan sebagai tersangka Hanya, sopir asal Bandung itu be lum bisa diperiksa karena kabur.

“Anan yang jadi sopir PO Trans Utama kita masukkan DPO (daftar pencarian orang),” sebutnya. Menurut kapolres, Anan yang mengendalikan bus saat terjadi tabrakan bukan berstatus sopir utama. Anan hanya sopir cadangan dan menggantikan Alit, sopir utama yang beristirahat. “Anan ini sopir cadangan,” tegas Nanang.

Meski sopir bus itu menghilang, tapi pihak pengelola bus PO Trans Utama berjanji akan mem bantu mengurus semua kor ban. Selain itu, perusahaan ter sebut juga akan membantu men cari Anan. “Kita juga minta ban tuan polres di Bandung dan Jakarta Barat untuk memburu Anan. Anan biasanya tinggal di dua daerah itu,” katanya. Sementara itu, jenazah tiga kor ban meninggal akibat tabra kan dua bus di Desa Beng -kak itu sudah dikirim ke daerah masing-masing.

Jenazah Mar’atus Sayidah Sho fia, 12, sudah dikirim ke Desa Anggaswangi, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Demikian pula jenazah Suroso, 42, sudah di bawa ke daerah asalnya di Desa Masangan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, kemarin malam. “Suroso dan Shofia dikirim tadi malam (kemarin malam),” terang petugas kamar mayat RSUD Blambangan, Agus Wahyudi.

Jenazah Ujang Tompel, 40, yang tinggal di Bandung, Jawa Barat, juga telah dikirim ke rumah duka. Jenazah kernet bus PO Trans Utama itu diangkut mobil ambulans pada pukul 12.00 kemarin. “Yang dikirim ini adalah jenazah kernet bus yang dari arah utara (PO Trans Utama),” sebutnya siang kemarin. Bagaimana dengan para korban luka yang dirawat di RSUD Blambangan dan RS Yasmin?

Ternyata sebagian korban sudah diperbolehkan pulang, terutama penumpang bus PO Trans Utama. Pada umumnya, penumpang bus PO Trans Utama dari rombongan wisata SMA Mino Warga, Palembang, Sumatera Selatan, itu hanya mengalami luka ringan. “Saya sudah temui semua anak-anak SMA yang menjadi korban, umum nya luka mereka tidak serius dan akan melanjutkan perjalanan ke Bali,” sebut kepala SMA Mino Warga, Palembang, Yus Rizal. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: