Sulap Lapangan Untuk Opname

0
233

sulapDandim Situbondo Kunjungi Pasien


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

JEMBER-Dandim 0823 Situbondo Letkol. Arm Soegeng Riadi mengunjungi pasien pasca operasi katarak di Rumah Sakit (RS) Bina Sehat Jember, Minggu (3/3). Kunjungan itu dilakukan di RS Lapangan yang sengaja didirikan oleh TNI untuk mendukung selama kegiatan “Aksi Kemanusiaan Operasi Gratis 1000 Dhuafa” itu berlangsung. Dandim 0823 Situbondo sempat melakukan komunikasi dengan beberapa peserta, yang saat itu telah menjalani operasi katarak. Komunikasi sengaja dilakukan, selain untuk mengetahui kondisi terakhir peserta setelah operasi, juga untuk memberikan dukungan psikis kepada pasien.

Fadli Mukhsin, 59, peserta operasi katarak asal Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember ketika ditanya Dandim Situbondo mengaku sekarang lega. Pasalnya, dia sudah dioperasi dan harapannya penglihatannya dapat lebih baik dari sebelumnya. “Sebelumnya mata saya tidak bisa melihat sama sekali, namun setelah dioperasi kini sudah bisa melihat cahaya lampu,” tutur Fadli kepada Dandim. Saat ditanya kenapa tidak segera melakukan operasi, meski tahu matanya tidak bisa melihat, Fadli menjawab, karena tidak ada biaya. Jadi, selama ini dia hanya pasrah pada keadaan yang ada.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga saya bisa operasi katarak gratis,” ungkapnya dengan penuh haru di RS Lapangan.  Sejak awal kegiatan “Sinergi AksiKemanusiaan Operasi Gratis 1000 Dhuafa” mulai 7 Pebruari 2013 lalu, salah satu bentuk dukungan nyata diberikan oleh TNI. Hal itu juga sebagai kepedulian kepada masyarakat dhuafa yang sedang menjalani operasi gratis. TNI, dalam hal ini Kodim 0824 Jember sengaja mendirikan RS Lapangan di pelataran parkir RS Bina Sehat untuk menampung para pasien.

Sementara itu, Kapten Slamet, Pasiter Kodim 0824 Jember sesaat setelah mendampingi Dandim 0823 Situbondo mengatakan, RS Lapangan dikhususkan untuk pasien yang ikut dalam kegiatan aksi kemanusiaan itu. “RS Lapangan kami dirikan untuk memudahkan pasien istirahat, baik yang akan melakukan operasi maupun yang sudah,” katanya. RS Lapangan dibuka selama 24 jam selama kegiatan berlangsung. Bahkan tetap dijaga dan dikawal oleh anggota TNI, setiap waktu.

Dijelaskan, keberadaan RS Lapangan sangat dirasakan banyak manfaatnya oleh pasien maupun keluarganya. Hampir tiap hari, mulai dari awal pembukaan kegiatan sampai saat ini, tutur dia, RS Lapangan selalu dipenuhi pasien. “Semoga dengan adanya RS lapangan yang kami sediakan ini, bisa membantu pasien yang sedang menjalani operasi, merasa nyaman mulai  dari awal sampai dengan selesai,”paparnya. Di akhir kunjungannya, Dandim 0823 mengunjungi pasien yang akan operasi katarak RS Bina Sehat. “Sinergi ini semakin membuka mata banyak pihak bahwa kepeduliaan kita semua kepada dhuafa akan dapat merubah jalan hidup mereka ke arah yang lebih baik,” kata Dandim.

Berdasarkan data yang ada untuk Kabupaten Situbondo, masih ada 97 pasien katarak yang menunggu antrian dioperasi. “Untuk pasien katarak dari Situbondo direncanakan tanggal 12 Maret dan 17 Maret 2013 nanti akan dilakukan operasi dan sekaligus pasien dirawat inapkan untuk mempermudah akomodasi kontrol hari pertama setelah operasi,” timpal dr. Maria Ulfah, MMRS, koordinator aksi kemanusiaan RS Bina Sehat yang turut mendampingi kunjungan Dandim Situbondo. (radar)

Loading...