Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Viral! Polisi Kejar 7 Remaja Diduga Pencuri Rel di Stasiun Jatinegara

viral!-polisi-kejar-7-remaja-diduga-pencuri-rel-di-stasiun-jatinegara
Viral! Polisi Kejar 7 Remaja Diduga Pencuri Rel di Stasiun Jatinegara

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap tujuh orang terduga pelaku pencurian rel bekas di kawasan Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur.

Peristiwa ini sempat viral di media sosial dan menimbulkan beragam spekulasi di tengah masyarakat, termasuk dugaan adanya kerusuhan dan gangguan terhadap jalur kereta api.

Kapolsek Jatinegara, Kompol Samsono, menegaskan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta keberadaan para terduga pelaku.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku,” ujar Samsono, Kamis (15/1/12026).

Baca Juga: Mau Liburan Naik Kereta Api? KAI Daop 2 Bandung Siapkan 67.410 Kursi Tambahan

Kronologi Kejadian di Stasiun Jatinegara

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (14/1/2026), sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat itu, petugas keamanan Stasiun Jatinegara memergoki sekelompok remaja yang diduga hendak membawa potongan rel besi yang sudah tidak terpakai.

Jumlah terduga pelaku diketahui sebanyak tujuh orang.

Menurut Samsono, rel yang hendak diambil tersebut merupakan rel bekas dengan panjang sekitar tiga meter.

Rel itu tidak terpasang dan tidak digunakan sebagai jalur aktif kereta api.

“Ada tujuh orang anak remaja yang datang lalu mengambil rel bekas yang sudah tidak terpakai dan tidak terpasang,” jelasnya.

Aksi para terduga pelaku terhenti setelah dipergoki oleh petugas keamanan stasiun.

Menyadari keberadaannya diketahui, ketujuh orang tersebut langsung melarikan diri dan meninggalkan rel besi di pinggir jalan.

Baca Juga: Libur Isra Miraj, Tiket Kereta Api di Daop 9 Jember Ludes hingga Melebihi Kapasitas


Page 2


Page 3

Tidak lama setelah kejadian, anggota Polri yang kebetulan melintas di lokasi turut berhenti untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

Petugas keamanan Stasiun Jatinegara kemudian mengamankan rel bekas tersebut dan membawanya kembali ke dalam area stasiun agar tidak mengganggu pengguna jalan maupun aktivitas masyarakat sekitar.

“Petugas sekuriti Stasiun Jatinegara memergokinya sehingga terduga pelaku langsung kabur dengan meninggalkan besi rel tersebut di pinggir jalan. Setelah itu, sekuriti membawa rel ke dalam area stasiun,” kata Samsono.

Langkah cepat petugas ini dinilai berhasil mencegah potensi risiko keselamatan, khususnya bagi pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat 16 Januari 2026: Isra Mikraj: Perjalanan Agung dan Perintah Shalat

Rel Bekas Bukan Jalur Aktif Kereta Api

Menanggapi kekhawatiran publik, kepolisian menegaskan bahwa rel yang hendak dibawa para terduga pelaku bukanlah rel aktif jalur kereta api.

Rel tersebut merupakan potongan rel bekas yang sudah tidak digunakan dan bukan bagian dari infrastruktur utama perkeretaapian.

“Rel tersebut adalah rel potongan yang tidak terpasang. Biasanya digunakan untuk menutup sementara tembok stasiun yang jebol. Rel asli jalur kereta panjangnya sekitar 25 meter,” terang Samsono.

Dengan penjelasan ini, kepolisian memastikan bahwa tidak ada gangguan terhadap perjalanan kereta api akibat peristiwa tersebut.

Baca Juga: Mau Liburan Naik Kereta Api? Cek Kota Tujuan Favorit dari Jakarta di Sini

Klarifikasi Terkait Narasi di Media Sosial

Sebelumnya, sebuah video yang diunggah akun Instagram @info.jakartatimurr memperlihatkan potongan rel kereta sepanjang kurang lebih tiga meter tergeletak di pinggir jalan kawasan Jatinegara.

Dalam video tersebut, sejumlah warga tampak meminggirkan rel agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Narasi dalam unggahan itu menyebutkan bahwa aksi pencurian terjadi saat situasi kerusuhan di kawasan Jatinegara.

Bahkan, disebutkan bahwa pelaku memanfaatkan kekacauan massa untuk mengambil material besi tanpa memedulikan risiko keselamatan.

Namun demikian, kepolisian menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar.