Sumbangsih Atlet Banyuwangi Minim

0
160

banyuwangiPON Remaja Jatim
BANYUWANGI – Atlet Banyuwangi yang masuk kontingen Jawa Umur dalam PON Remaja 1 Jawa Timur yang digeber tanggal 9 hingga 15 Desember mendatang tergolong minim. Bayangkan, dari 15 cabang olahraga (cabor) yang di pertandingkan, hanya Liga cabor yang mampu menyumbangkan atlet. Tiga cabor itu adalah atletik, sepak bola, dan basket. Sisanya, 12 cabang lain, gagal lolos. Cabor- cabor itu adalah cabang menembak, renang. bulu tangkis. panahan, pencak silat, tenis, tenis meja, anggar. renang. dan loncat Indah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tiga lainnya adalah senam, judo, dan voli pantai. Dari cabang sepak bola, Asosiasi PSSI Kabupaten Banyuwangi menyumbangkan dua pesepak bola bertalenta. Keduanya adalah Yusuf Kurniawan dan M. Lutfi. Cabang atletik, Persatuan Atletik SeIuruh Indonesia (PASI) Banyuwangi, menyumbangkan satu atlet, yaitu Dedi Irawan yang tampil di nomor lomba lompat tinggi galah. Pada bagian lain, Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Banyuwangi lebih moncer dalam berkontribusi. 

Tercatat ada dua atlet dan satu pelatih dipercaya menghuni simad Jatim. Dua pebasket itu yaitu Serly Kurniawati dan Devi Kartika Sari. Sementara. Mulyadi sebagai pelatih mengemban amanah untuk menjadi pelatih kepala tim putri basket. Dengan demikian, maka hanya ada 5 atlet dan satu pelatih asal Banyuwangi yang berhasil masuk skuad PON Remaja Jatim. Berkaca pada fakta itu. maka kalangan cabor harus lebih ekstra dalam melakukan pembinaan terhadap atlet. Apalagi, Bumi Blambangan bakal menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Jawa Timur 2015 mendatang.

Meski begitu, kalangan cabor memiliki berbagai alasan terkait gagal menyumbangkan atlet untuk Jatim. Salah satunya yangbcrsuara adalah dari cabang panahan. “Cabang panahan. Jatim hanya memutuskan satu atlet putra dan satu atlet putri di kelas compound. Sedangkan kami hanya atlet putri, Wulan Roudhatul peringkat dua POP- DA Jatim.” ungkap ketua Perpani Banyuwangi, Bonavita Budi Wijayartto kemarin. 

Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRS!) Banyuwangi, I Gede Eka Darmayasa memberikan pandangan lain. Dia mengungkapkan, jika satu atlet renang Banyuwangi memutuskan untuk memperkuat daerah lain. “Atlet kita. Aulia Akbar mmeperkuat Gresik,” ujarnya. Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Banyuwangi. Kgs Abd Sakur memaparkan, jika sebetulnya pihaknya telah mengirimkan beberapa atlet untuk mengikuti seleksi pra PON Remaja Jatim.

“Tapi, atlet kami hanya sampai babak delapan besar sehingga tidak lolos,” katanya. Lain halnya dengan Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Banyuwangi. Induk olahraga bulutangkis itu sudah menyodorkan satu nama untuk bisa berlaga di PON Remaja Jawa timur. “Kami mengajukan satu atlet yang potensial. Tapi. belum ada panggilan dari PBSI Jatim,” ungkap sekretaris PBSI Banyuwangi, Dedi Susanto. (radar)

Loading...