Sumber Daya Belum Memadai, Aplikasi Simpuswangi tak Maksimal

0
482
CONTOH: Seluruh puskesmas di Banyuwangi telah didukung Simpuswangi, termasuk Puskesmas Singojuruh ini.
CONTOH: Seluruh puskesmas di Banyuwangi telah didukung Simpuswangi, termasuk Puskesmas Singojuruh ini.

Jumlah penduduk Banyuwangi sudah mencapai 1,6 juta jiwa lebih. Namun, pemkab hanya memiliki 45 puskesmas dan 105 puskesmas pembantu. Besarnya jumlah penduduk itu jadi tantangan bagi puskesmas sebagai ujung tombak dalam pelayanan kesehatan dalam memberikan layanan kesehatan yang berkualitas dan merata. Berikut hasil penelitian ‘Optimalisasi simpuswangi sebagai penunjang layanan kesehatan berbasis teknologi informasi’ yang dilakukan tim Politeknik Banyuwangi (Poliwangi).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SATU Puskesmas di Banyuwangi rata-rata melayani sekitar 34.580 jiwa. Padahal kondisi idealnya, setiap Puskesmas hanya melayani 30.000 jiwa. Tantangan semakin besar akibat pola penyebaran penduduk yang tidak merata dalam bentangan wilayah Banyuwangi yang sangat luas dengan topografi yang bervariasi. Apalagi, wilayah Banyuwangi juga terdiri dari hutan hingga lereng gunung dan perbukitan.

Bahkan untuk mencapai Puskesmas Siliragung, terletak di sebelah barat daya dekat dengan perbatasan Kabupaten Jember bagian selatan, dari kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi dibutuhkan waktu kurang lebih tiga jam perjalanan dengan mobil. Dengan pertimbangan kondisi tersebut, maka solusi melalui teknologi informatika diharapkan mampu menunjang meningkatkan kualitas layanan kesehatan di puskesmas, mempercepat transfer informasi dan komunikasi antara dinkes dan puskesmas, serta mempercepat proses integrasi data kesehatan yang cepat dan akurat.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Pemkab Banyuwangi Luncurkan Program 'Satu Mahasiswa Satu Ibu Hamil'