Beranda Hukum Sunaji SMS Keluarga Imam

Sunaji SMS Keluarga Imam

0
404

Korban Pembunuhan yang Jasadnya Ditemukan di Gumitir


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Polisi terus mendalami kasus pembunuhan yang menimpa alm. Imam Sujono, 13, warga Dusun Klontang, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu. Itu dilakukan untuk mengetahui secara pasti apakah pelaku perbuatan keji yang merenggut nyawa bocah kelas V SD tersebut, yakni bapak-anak Suyono, 42, dan Sunaji, 16, sudah merencanakan terlebih dahulu aksinya ataukah tidak.

Ya, polisi memang tidak serta merta mempercayai ucapan Suyono yang tidak lain adalah pakde korban, bahwa dirinya memukul bagian belakang kepala Imam semata-mata karena sakit hati lantaran Imam menjawab dengan katakata kasar saat dirinya mengajak korban melanjutkan nyetrum ikan. “Masih kita dalami apakah (pembunuhan itu) terencana ataukah tidak,” ujar Kapolres Banyuwangi, AKBP Nanang Masbudi, di hadapan sejumlah wartawan Rabu (2/1) lalu. Di lain pihak, kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi, Suyono mengaku sebelum melakukan pemukulan terhadap Imam, dia dan keponakannya tersebut tidak punya persoalan apa pun.

“Saya sendiri yang memukul, Sunaji tidak ikut memukul. Saya kesal lantaran Imam mencaci-maki saya saat nyetrum ikan di sungai Desa Kemiren,” ungkapnya. Pria yang beralamat di Dusun Klontang, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, itu menambahkan, di tengah perjalanan pulang mengantar jasad Imam dari PKU Muhammadiyah, Rogojampi, ke Desa Gendoh, sebenarnya dia sempat berpikir untuk menghubungi keluarga korban. Namun, lantaran takut, niat itu diaurungkan.

Loading...

Sementara itu, terjawab sudah siapa pihak yang kerap mengirim pesan singkat (SMS) yang dikirim ke keluarga korban untuk memberitahukan posisi Suyono sedang berada di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan akan menuju Kalimantan. Ternyata orang yang mengirim SMS tersebut adalah Sunaji. Menurut Sunaji, SMS bohong itu sengaja dia kirim kepada keluarga korban agar kematian Imam tidak diketahui keluarganya. “Saya kirim SMS kepada keluarga Imam agar tidak ketemu,” kata dia singkat. Seperti diberitakan kemarin (3/1), kerja keras polisi mengungkap tragedi pembunuhan yang menimpa Imam Sujono akhirnya membuahkan hasil.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

error: Uppss.......!