Tak Digaji 3 Tahun, Kabur lalu Dibunuh

0
10140

Hal itulah yang membuat pihak keluarga sangat terpukul. Diperoleh keterangan, Endang mengembuskan napas terakhir pada 7 Mei 2013 lalu di rumah sakit. Janda tersebut dinyatakan meninggal setelah mengalami pendarahan hebat. Susiyowati, 41, adik almarhum mengaku menerima kabar kematian itu dari teman-teman kakaknya yang juga bekerja di  Arab Saudi.

Kabar awal, korban meninggal lantaran terjatuh dari kamar mandi. ‘’Tapi, ada kabar lagi meninggal karena dibunuh orang,’’ katanya. Kabar tersebut jelas mengejutkan pihak keluarga. Apalagi, hingga kini pemerintah sama sekali tidak memberikan informasi terkait kematian tersebut. ‘’Yang kasih kabar itu temantemannya, bukan dari pemerintah. Itu yang membuat keluarga sangat tidak terima,’’ tandasnya. Bukan hanya pemerintah, pihak yang membawa kakaknya tersebut juga harus bertanggung jawab.

Sebab, hingga kini pertanggungjawaban dari PT pengerah tenaga kerja nyaris tidak pernah ada. ‘’Sudah saya tanyakan, tapi jawabannya suruh ikhlaskan saja,’’ sesalnya. Menurut Susiyowati, jawaban tersebut sangat tidak pantas dan membuat keluarga benarbenar geram. Mengingat, kakaknya tersebut pergi ke luar negeri juga karena orang tersebut.

‘’Barang bisa dibeli, kalau nyawa tidak bisa dibeli,’’ ujar Susiyowati dengan nada penuh emosional. Dia menyebut, orang yang membawa kakaknya pergi ke luar negeri tahun 2007 silam itu beralamat di Kecamatan Giri. Namun, orang tersebut tidak menunjukkan kepedulian apalagi tanggung jawab. ‘’Kalau bawa orang, ya harus dikembalikan,’’ desaknya. Riska Nurvianti, 19, putri tunggal almarhum mengaku, sangat kehilangan atas kepergian sang ibu. (radar)

Kata kunci yang digunakan :

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 | 2 |3 | Last

Baca :
Curi Kayu Jati, Warga Banyuwangi dan Surabaya Diciduk Polisi