Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Temui Recep Tayyip Erdogan, Presiden Prabowo Ajak Perusahaan Turkiye Investasi di Indonesia

temui-recep-tayyip-erdogan,-presiden-prabowo-ajak-perusahaan-turkiye-investasi-di-indonesia
Temui Recep Tayyip Erdogan, Presiden Prabowo Ajak Perusahaan Turkiye Investasi di Indonesia

Radarbanyuwangi.id – Presiden RI Prabowo Subianto memulai kunjungan luar negerinya ke Turki. Dalam pertemuan dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan tersebut.

Prabowo menawarkan perusahaan Turkiye untuk menanam intervastinya di Indonesia. Pertemuan yang dilaksanakan di di Istana Kepresidenan Turkiye, Ankara, Kamis (10/4) waktu setempat.

Presiden Prabowo menyampaikan  di bidang investasi kedua menyepakati penyelesaian bilateral investment treaty dalam waktu dekat.

Prabowo mengundang perusahaan-perusahaan asal Turkiye untuk berpartisipasi dalam pengembangan sektor strategis di Indonesia.

“Saya juga mengundang perusahaan Turkiye untuk bersama-sama ikut serta dalam pembangunan industri baterai, energi terbarukan, industri pertahanan dan tekstil kelas atas. Saya terbuka agar Turkiye ikut dalam pembangunan infrastruktur energi di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Berani Coba? Menu Diet Asal Tiongkok, Sate Tusuk Bambu Pedas Tanpa Daging: 50 Tusuk Cuma Rp 22 Ribu

Disisi lain Prabowo turut mengapresiasi kontribusi perusahaan konstruksi Turkiye dalam pembangunan 42 rumah sakit di Indonesia.

Termasuk diantaranya ikut serta mendorong kerja sama lebih lanjut di bidang kesehatan, termasuk produksi vaksin bersama.

Indonesia dan Turkiye juga menjalin kerja sama erat di sektor pertahanan.

Baca Juga: Deltras FC Rayakan Ulang Tahun ke-36: Cikal Bakal Klub Kebanggaan Sidoarjo yang Bukan dari Bali

“Kita juga memiliki kesepakatan untuk membuat joint venture yang penting antara perusahaan pertahanan strategis di antara dua negara kita,” jelas Presiden.

Hasil lain yang disepakati adalah komitmen kedua negara untuk memperluas akses pasar dan menghapus hambatan-hambatan perdagangan.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya kekuatan ekonomi dalam meningkatkan posisi tawar negara-negara berkembang di kancah global.

“Kita harus bersama-sama berkembang sebagai kekuatan ekonomi. Hanya dengan kekuatan ekonomi, suara kita bisa didengar di dunia ini,” tegasnya.


Page 2


Page 3

Radarbanyuwangi.id – Presiden RI Prabowo Subianto memulai kunjungan luar negerinya ke Turki. Dalam pertemuan dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan tersebut.

Prabowo menawarkan perusahaan Turkiye untuk menanam intervastinya di Indonesia. Pertemuan yang dilaksanakan di di Istana Kepresidenan Turkiye, Ankara, Kamis (10/4) waktu setempat.

Presiden Prabowo menyampaikan  di bidang investasi kedua menyepakati penyelesaian bilateral investment treaty dalam waktu dekat.

Prabowo mengundang perusahaan-perusahaan asal Turkiye untuk berpartisipasi dalam pengembangan sektor strategis di Indonesia.

“Saya juga mengundang perusahaan Turkiye untuk bersama-sama ikut serta dalam pembangunan industri baterai, energi terbarukan, industri pertahanan dan tekstil kelas atas. Saya terbuka agar Turkiye ikut dalam pembangunan infrastruktur energi di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Berani Coba? Menu Diet Asal Tiongkok, Sate Tusuk Bambu Pedas Tanpa Daging: 50 Tusuk Cuma Rp 22 Ribu

Disisi lain Prabowo turut mengapresiasi kontribusi perusahaan konstruksi Turkiye dalam pembangunan 42 rumah sakit di Indonesia.

Termasuk diantaranya ikut serta mendorong kerja sama lebih lanjut di bidang kesehatan, termasuk produksi vaksin bersama.

Indonesia dan Turkiye juga menjalin kerja sama erat di sektor pertahanan.

Baca Juga: Deltras FC Rayakan Ulang Tahun ke-36: Cikal Bakal Klub Kebanggaan Sidoarjo yang Bukan dari Bali

“Kita juga memiliki kesepakatan untuk membuat joint venture yang penting antara perusahaan pertahanan strategis di antara dua negara kita,” jelas Presiden.

Hasil lain yang disepakati adalah komitmen kedua negara untuk memperluas akses pasar dan menghapus hambatan-hambatan perdagangan.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya kekuatan ekonomi dalam meningkatkan posisi tawar negara-negara berkembang di kancah global.

“Kita harus bersama-sama berkembang sebagai kekuatan ekonomi. Hanya dengan kekuatan ekonomi, suara kita bisa didengar di dunia ini,” tegasnya.