Tentara Gadungan Tipu Tujuh Warga Bakungan

0
124
Foto: Radar Banyuwangi – Jawa Pos

BANYUWANGI – Petualangan Mashuri warga Dusun Glondong, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, berakhir Kamis (25/6/2020) kemarin. Pria 44 tahun yang selama ini mengaku sebagai anggota TNI tersebut diamamkan warga di Kelurahan Bukungan, Kecamatan Glagah.

Dilansir dari Radar Banyuwangi – Jawa Pos, pria berambut cepak tersebut nyaris jadi samsak hidup. Beruntung, Babinsa dan Bhabinkamtibmas segera datang dan menyelamatkan Mashuri. Warga geram lantaran selama ini Mashuri kerap melakukan penipuan.

Selain mangaku sebagai anggota TNI, Mashuri juga menjanjikan warga bisa diterima di PT KAI. Syaratnya, warga harus setor uang Rp 5 juta. Tercatat ada tujuh warga Bakungan yang kena tipu daya Mashuri.

Dari ulahnya itu, dia berhasil meraup uang puluhan juta rupiah. Itu belum termasuk sepeda motor milik orang tua salah satu korban yang digadaikan.

Dalam aksinya, Mashuri menarik uang Rp 5 juta kepada warga yang ingin bekerja di PT KAI. Ternyata janji Mashuri hanya bualan belaka. Setelah uang disetor, janji untuk manpekerjakan di PT KAI hanya isapan jempol belaka. Warga pun mulai curiga. Apalagi setelah beberapa korban memastikan jika surat dari PT KAI yang diberikan Mashuri ternyata palsu.

Warga pun mulai menyusun rencana untuk menjebak Mashuri. Kebetulan di Kelurahan Bakungan ada tiga warga yang menjadi korban Mashuri. Rupanya Mashuri tak menaruh curiga dengan rencana warga. Begitu mmdatangi rumah salah seorang warga, Mashuri langsung dikepung.

Pria yang bekerja sebagai buruh harian lepas itu sempat kabur setelah mengetahui aksinya diketahui warga. Beruntung, anggota TNI dan polisi datang untuk mengamankan.

“Sama warga coba dijebak, dia mengaku bisa memasukan orang bekerja di PT Kereta Api. Tapi ternyata bohong,” ujar Dani, salah seorang warga.

Kapolsek Glagah AKP Imron membenarkan terkait penangkapan pria yang diduga sebagai anggota TNI gadungan tersebut. Saat ini yang bersangkutan tengah di diperiksa dan diamankan di Mapolsek Glagah.

“Yang bersangkutan masih kami interogasi,” kata Imron.