Tercatat sebagai Rekor Peserta Tari Terbanyak

0
185

tercatatPergelaran tari kolosal Gandrung Sewu memang dihelat tahun lalu (17/11). Setelah lima bulan, akhirnya kegiatan itu resmi tercatat dalam Museum Rekor dunia Indonesia (MURI). Peserta tari kolosal Gandrung Sewu itu mencapai 1.047 penari. Se dianya, pergelaran tari lokal Banyuwangi itu akan diikuti 1.052 peserta, tapi menjelang acara di mulai, lima peserta ambruk sehingga hanya tersisa 1.047 penari. Walau berkurang lima penari, tapi itu tetap sebagai pergelaran de ngan jumlah penari paling ba nyak. Rekor pertama yang di catat MURI hanya 300 penari.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ke mudian, rekor 300 penari itu terpecahkan oleh pergelaran tari kolosal yang melibatkan 500 pe nari di Surabaya beberapa tahun lalu. Rekor 500 peserta itu akhirnya ter pecahkan dengan tari ko losal Gandrung Sewu yang di gelar Pemkab Banyuwangi 17 November 2012 lalu. Peserta tari Gan drung Sewu melebihi 1000 pe nari yang ditargetkan panitia penyelenggara Rekor baru MURI itu tidak disangka pihak panitia penyelenggara. Sebab, pada pe laksanaan acara Gandrung Sewu tahun lalu, tidak ada pihak MURI yang datang me nyaksikan acara itu.

Beberapa pekan lalu, ketua panitia tari ko losal Gandrung Sewu drh. Budianto dihubungi manajemen MURI. Dalam pembicaraan lewat telepon tersebut, pi hak MURI mengorek banyak keterangan ten tang pelaksanaan tari kolosal gandrung ter sebut. Mulai jumlah peserta, pelaksanaan, dan banyak hal lain, ditanyakan. Pihak MURI menanyakan kenapa panitia tidak memberi tahu pihak MURI bahwa ada acara yang  melibatkan peserta dalam jumlah besar. “Saya sampaikan, panitia tidak punya anggaran untuk mengundang MURI,” tutur Budianto.

Manajemen MURI mengetahui tari kolosal Gandrung Sewu itu dari pameran foto di Jakarta. Dalam pameran itu, objek foto tari masal gandrung pada 17 November 2012 lalu termasuk objek yang dipamerkan. Berangkat dari pameran foto internasional itu, pihak MURI melakukan hunting acara ter sebut dengan cara browsing di internet. Ke mudian, pihak MURI mendapatkan data banyak terkait pelaksanaan tari kolosal Gan drung Sewu itu. Untuk melengkapi data hasil browsing itu, pihak MURI mew awancarai beberapa panitia untuk mendapatkan data pendukung.

“Saat meng hubungi kami, MURI menyampaikan akan mem bicarakan Gandrung Sewu itu pada sidang untuk menentukan apakah acara itu bisa memecahkan rekor baru,” paparnya. Setelah melalui rapat, akhirnya MURI men catat tari kolosal Gandrung Sewu itu se bagai acara paling banyak penarinya. “Pem beritahuan bahwa masuk rekor MURI juga melalui telepon. Piagam penghargaan akan dikirim melalui pos. Saya minta diantar petugas, tapi pihak MURI memilih me ngirim melalui pos,” jelas Budianto. Piagam penghargaan MURI itu diterima Bu dianto pada Sabtu (6/4). Setelah diterima, piagam penghargaan itu langsung di serahkan kepada Bupati Abdullah Azwar Anas kemarin (8/4).

Penyerahan piagam penghargaan itu di lakukan Budianto dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Suprayogi. Pada kesempatan itu, Bupati Anas me nyampaikan apresiasi atas kerja keras pa nitia pergelaran tari kolosal Gandrung Sewu. “Penghargaan ini berkat kerja keras kita semua dan berkat kerja keras rakyat Banyuwangi. Terima kasih untuk semua,” ucap Bupati Anas. Secara khusus, Bupati Anas me nyampai kan penghargaan kepada semua guru tari di Banyuwangi atas dedikasinya yang te rus-menerus mengembangkan tari gan drung. “Terima kasih kepada semua guru tari gandrung, ayo kita bekerja keras me ngembangkan kebudayaan dan seni Ba nyuwangi,” ucapnya.  (radar)

Loading...