Beranda Sosial Tercium Aroma Belerang

Tercium Aroma Belerang

0
416
INGIN TAHU: Sejumlah warga mengintip jendela Pos Pengamatan Gunung Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, kemarin.
INGIN TAHU: Sejumlah warga mengintip jendela Pos Pengamatan Gunung Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, kemarin.

SONGGON – Aktivitas vulkanik Gunung Raung masih belum stabil hingga kemarin (30/10). Gunung setinggi 3.332 meter dari permukaan laut (dpl) tersebut masih mengalami gempa tremor yang berlangsung terusmenerus.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Bahkan, gempa tremor yang terjadi menembus angka 32 mm atau over-scale. Meski begitu, gempa tremor tersebut tercatat dalam seismometer rata-rata 24 mm. Selain itu, gunung berapi terbesar se-Pulau Jawa itu hanya mengeluarkan asap tipis. ‘’Asap tipis itu terlihat tadi pagi.

Kalau siang, sudah tertutup awan,’’ jelas Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api di Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Hendrasto, kemarin. Hendrasto menjelaskan, secara global kondisi Raung stabil tinggi. Meski begitu, warga sempat mencium bau belerang dari kawah gunung tersebut. ‘’Bau belerang tercium pagi tadi sekitar pukul 04.30,’’ katanya.

Loading...

Dia menambahkan, kondisi itu sebenarnya sama dengan hari-hari sebelumnya atau sejak ditetapkannya status siaga. Namun, kebetulan saat ini angin berembus ke arah Banyuwangi. ‘’Tapi, tidak semua daerah mencium belerang, tergantung arah mata angin,’’ ujarnya.

Dia juga tidak menampik suara gemuruh yang sempat terdengar warga. Suara gemuruh tersebut akibat aktivitas gunung Senin malam lalu (29/10). ‘’Tadi malam terdengar suara gemuruh,’’ jelasnya kemarin Atas kondisi alam itu, warga tidak perlu resah. Sebab, menurut Hendrasto, dampak rawan bencana masih dalam ra dius tiga kilometer dari puncak gunung. ‘’Jadi, warga kam pung yang jaraknya lebih dari tiga kilometer tidak perlu mengungsi,’’ sarannya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

error: Uppss.......!