Terkesan Fanatisme Suporter Banyuwangi

0
552
David Ariyanto

Sosok David Ariyanto memang tidak bisa dilepaskan dari Persewangi Banyuwangi. Selama tujuh bulan dia menjadi bagian penting bagi Laskar Blambangan di pentas Divisi Utama PSSI. Sayang, problem finansial tim membuatnya hijrah ke Barito Putra.
-NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi-


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SUARA klakson kereta api Mutiara Timur membuat aktivitas di Stasiun Rogojampi malam itu (30/3) semakin sibuk. Penumpang pun bergegas masuk ke dalam gerbong. Tidak lama, lonceng tanda kereta akan berangkat berbunyi. Satu penumpang masih berada di peron stasiun. Menenteng tas dan koper, dia juga akan menjadi bagian dari penumpang kereta malam itu. Beberapa saat dia enggan masuk ke dalam gerbong. Matanya masih sembab.

Dia adalah David Ariyanto. Dia mantan pilar Persewangi. Malam itu dia hijrah ke klub barunya, Barito Putra. Setelah membela Persewangi selama tujuh bulan, kini dia memutuskan hengkang. Sepak terjangnya di lapangan sudah tidak perlu diragukan. Postur David Ariyanto jangkung. Dengan tinggi 188 centimeter, dia adalah pemain tertinggi kedua dalam skuad Laskar Blambangan. Dari Victor da Silva, tinggi badan David hanya kalah beberapa centimeter saja. Victor da Silvalah pemain terjangkung di skuad Persewangi saat ini.

Kelebihan postur inilah yang membuatnya dipercaya mengawal gawang Persewangi hingga putaran pertama kompetisi Divisi Utama PSSI tuntas. Aksi menawannya di bawah mistar beberapa kali menyelamatkan tim dari kekalahan. Bersama yang lain, David membawa Persewangi di posisi tiga klasemen sementara. Namun, siapa sangka pemain binaan PSCS Cilacap itu dulu adalah seorang striker. Bersama tim lokal di kampungnya, pengidola Gianluigi Buffon itu diplot sebagai tukang jebol gawang lawan.

Namun, lama-lama tugas sebagai striker membuatnya menjadi terbebani. Lalu dia memilih menjadi penjaga gawang. Entah jodoh ataukah sudah takdir, di Piala Suratin, David membawa PSCS Cilacap Junior menjadi kampiun dan dia inobatkan sebagai penjaga gawang terbaik. “Sejak itu saya sudah merasa pas di posisi ini (penjaga gawang),” ujarnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2