Tertangkap di Kaltim

0
350
STRES: Novi Suryantina di Mapolsek Genteng kemarin.
STRES: Novi Suryantina di Mapolsek Genteng kemarin.

GENTENG – Upaya aparat Polsek Genteng mengungkap pelaku penculik Febriyanti, 12, siswi sebuah SMP di Kecamatan Genteng, akhirnya membuahkan hasil. Sabtu sore (10/11) kemarin, petugas Polsek Genteng akhirnya menangkap pelaku penculikan gadis belia tersebut di sebuah tempat di Kota Malinau, Provinsi Kalimantan Timur.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Yang mengejutkan, pelaku penculikan tersebut mengaku sebagai kakak kandung korban. Dia adalah Novi Suryantina, 34, warga Dusun Curah Ketangi, Desa Setail, Kecamatan Genteng. Pukul 05.00 kemarin, petugas tiba di Mapolsek Genteng dengan membawa korban dan tersangka. “Korban sudah kita kembalikan kepada orang tuanya, sementara pelaku langsung kita tahan,” kata Kapolsek Genteng Kompol Heru Kuswoto. Kapolsek menuturkan, menangkap pelaku memang tidak mudah.

Polisi harus mendeteksi keberadaan pelaku yang terus berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Awalnya pelaku terdeteksi membawa korban ke Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Namun, setelah dikejar, Novi Suryantina dan korban sudah terbang ke Kalimantan Timur, tepatnya ke Tarakan. Namun, polisi tak langsung mengejar pelaku ke Kota Tarakan. Polisi tetap melakukan pemantauan “Pantauan terakhir, pelaku dan korban lari ke arah Kota Ma linau atau menyeberang se kitar tiga jam dari Kota Tarakan menggunakan perahu,” terang nya.

Loading...

Setelah terdeteksi di Malinau, Kamis malam (8/1) petugas Polsek Genteng akhirnya berangkat menuju Kota Samarinda dan dilanjutkan ke Tarakan. Dari Tarakan, polisi melakukan koordinasi dengan petugas polisi Malinau untuk memastikan keberadaan pelaku dan korban. “Begitu sudah pasti pelaku dan korban berada di sebuah tempat di Malinau, kita lakukan penangkapan,” tandas kapolsek. Sementara itu, ditemui di Mapolsek Genteng, Novi Suryantina mengaku bahwa dia adalah kakak kandung korban.

Dia nekat menculik adiknya sen diri karena selama ini Febriyanti sering dibawa lelaki dan sampai beberapa hari tak pulang ke rumah. “Daripada di sini sering dibawa laki-laki lain mending dia saya bawa pergi,” aku Novi dengan wajah kusut. Sayang, ketika ditanya lebih jauh mengenai motifnya menculik adiknya tersebut, Novi sulit menjawab. Sarjana S1 lulusan sebuah perguruan tinggi swasta di Jember itu lebih banyak diam sambil menundukkan kepala.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2