Tertarik Budaya Banyuwangi karena Nuansa Mistis

0
391
PESERTA KEHORMATAN: Healey bersama pimpinan perkebunan Kalibendo Iwan Setiawan Subekti.
PESERTA KEHORMATAN: Healey bersama pimpinan perkebunan Kalibendo Iwan Setiawan Subekti.

Ada yang berbeda dalam Kongres Budaya tahun 2012 yang berlangsung di Desa Wisata Using (DWU), Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, kemarin. Pelaksanaan kongres kali ini dihadiri peserta kehormatan. Dia adalah mahasiswi dari Australia bernama Healey.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

HEALEY sudah lama mengenal keanekaragaman budaya Banyuwangi melalui beberapa buku tentang Banyuwangi. Salah satu buku yang dia baca adalah buku The Variety of Javanese Religion karangan Andrew Beatty. Dalam buku itu, Andrew menuliskan hasil penelitiannya tentang kehidupan budaya masyarakat Using.

Buku itulah yang mengantarkan Healey mengenal banyak tentang berbagai budaya Banyuwangi. Selain dari buku, Healey juga mendapatkan informasi banyak tentang budaya Banyuwangi dari dosen antropologi budaya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Achmad Habib MA. Habib merupakan putra Banyuwangi yang memiliki pengetahuan luas tentang sejarah budaya tanah kelahirannya.

Loading...

Selama berada di Banyuwangi, Healey aktif mengikuti rangkaian kongres budaya yang digelar di Desa Wisata Using (DWU), Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Dia mengaku tertarik menggali lebih dalam budaya Banyuwangi. Mengapa Healey kesengsem dengan budaya Banyuwangi?

Ada beberapa hal yang menjadi daya tarik mahasiswi campuran Australia dan Italia itu, yaitu budaya mistis, keragaman, dan akulturasi budaya Tiga hal itu yang menarik Healey datang dan mengikuti Kongres Budaya Banayuwangi. Dia menilai, keanekaragaman budaya Banyuwangi menarik untuk didalami lebih jauh.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2