Tertarik Teknologi Hijau Swedia

0
175

tertarikBANYUWANGI – Kunjungan Duta Besar (Dubes) Swedia untuk lndonesia Johanna Bismar Skoog ke Banyuwangi tampaknya semakin memantapkan Pemkab Banyuwangi menerapkan pembangunan berwawasan lingkungan. Swedia yang di kenal leading dalam penerapan teknologi hijau menawarkan pemanfaatan konsep dan teknologi untuk membantu mengatasi masalah lingkungan. Pada kunjungan pertamanya di Banyuwangi ini, Dubes Johanna terkesan dengan pengembangan kota Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Menurut dia, pemerintah daerah telah melaksanakan pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan. Johanna menyatakan, pihaknya mendukung pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan seperti yang telah dilakukan Banyuwangi. Johanna pun ingin pengetahuan dan teknologi yang dimiliki negaranya bisa dimanfaatkan di Banyuwangi. Dubes Johanna menawarkan pemanfaatan konsep dan teknologi untuk membantu mengatasi masalah lingkungan. “Negara kami Iendizig dalam penerapan teknologi hijau. 

Kami berdiskusi dan menawarkan beberapa kerja sama di bidang ini dengan Bupati Banyuwangi,” ujarnya dikonfirmasi usai beramah tamah dengan Bupati Abdullah Azwar Anas di pendapa Sabha Swagata Blambangan Sabtu (1/11). Bupati Anas mengaku tertarik menerapkan teknologi hijau Swedia tersebut. “Kami tertarik dengan pengelolaan sampah mereka yang ramah lingkungan, dengan cara mendaur ulang sampah menjadi gas,” cetusnya. Seperti diberitakan kemarin, geliat industri strategis di Banyuwangi seolah tidak terbendung.

Loading...

Bukan hanya memproduksi kapal perang yang menjadi alat penahanan negara, salah satu perusahaan di Bumi Blambangan, yakni PT. Lundin Industry Invest atau North Sea Boats Pte Ltd, tinggal selangkah lagi akan meluncurkan kendaraan roda tiga bertenaga listrik, Z-bee. Hal itu terungkap saat Duta Besar (Dubes) Swedia, Johanna Bismar Skoog, berkunjung ke Banyuurangi Sabtu lalu. Johanna datang ke kabupaten berjuluk Sunrise of Java ini bersama sejumlah petinggi perusahaan asal Swedia, salah satunya SAAB. Dubes Johanna menyatakan ingin mengembangkan teknologi hijau di Banyuwangi. 

Dia mengaku terkesan dengan pembangunan di Banyuwangi yang mengusung konsep hijau. Johanna mendukung penuh pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan yang telah dilakukan Banyuwangi. Johanna pun ingin pengetahuan dan teknologi yang dimiliki negaranya ditransfer ke kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Sementara itu, informasi yang berhasil dikumpulkan Jawa Pos Radar Banyuwangi, sebelum berkunjung ke pendapa kabupaten, rombongan Dubes Swedia tersebut meninjau galangan kapal PT Lundin lndustry Invest di kawasan Pantai Cacalan, Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak. Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Dikonfirmasi di tempat yang sama. Direktur PT. Lundin lndustry Invest, Lisa Lundin mengatakan pihak Swedia bersedia bekerja sama dengan Banyuwangi lantaran kabupaten yang satu ini menerapkan konsep hijau. “Swedia suka Industri yang mengusung konsep hijau, mulai pertahanan sampai agrikultur kata perempuan asli Banyuwangi tersebut. Lisa mengungkapkan, dalam waktu dekat PT. Lundin akan meluncurkan “bajaj” bertenaga listrik. yakni Z-Bee. “Saat ini masih dalam proses, menunggu Menteri Perindustrian meninjau (pabrik) kami. Setelah itu, baru kita pasarkan. Nanti Bapak Bupati yang akan me-launching,” paparnya. (radar)

Loading...