Tiang PLN Ambruk, Aliran Listrik di 2 Desa Padam

0
902
TANGGAP :Petugas PLN Rayon Jajagmglawkukan perbaikyalnpada 'tiang yang ambruk di daerah Gumuk Gamping, Desa Sumberagung. Kecamatah Gambiran, kemarin (12/11).
Petugas PLN Rayon Jajag melakukan perbaikan pada tiang yang ambruk di daerah Gumuk Gamping, Desa Sumberagung, Kecamatan Gambiran.

PESANGGARAN – Dua desa paling terpencil di Kabupaten Banyuwangi, Desa Kandangan dan Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, seharian kemarin (12/11) tidak bisa menikmati aliran listrik. Sebab, satu tiang listrik yang menyuplai aliran di dua desa itu ambruk karena tertimpa pohon jati.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tiang listrik PLN yang ambruk itu berada di kawasan hutan jati milik Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, atau berada di kawasan Gunung Gamping, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. “Listrik mati sejak pukul 03.00,” cetus Junaidi, 30, warga Desa Sarongan.

Loading...

Gara-gara listrik PLN yang mati itu, terang dia, bukan hanya keperluan rumah tangga yang berantakan. Usaha bengkel dan radio komunitas juga terganggu. “Listrik mati sejak sebelum subuh, semua jadi repot,” katanya.

Sementara itu, manajer PLN Rayon Jajag, Kecamatan Gambiran, Donalia Arie, mengatakan aliran listrik yang mati itu karena ada pohon jati yang roboh dan menimpa Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) di Gunung Gamping, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. “Ada pohon ambruk mengenai saluran listrik,” jelasnya.

Tiang listrik itu ambruk sejak Minggu dini hari. Pihaknya juga langsung melakukan perbaikan. Gara-gara tiang listrik ambruk itu, menyebabkan 27 gardu PLN yang melayani kebutuhan listrik warga mati. “Desa Sarongan dan Kandangan mati semua, listrik baru bisa menyala pukul 17.00,” terangnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2