Tiap Hari Sayur Banyuwangi Penuhi Bali

0
1384

GEMAH ripah loh jinawi yang artinya kekayaan alam yang melimpah memang terbukti di  Banyuwangi. Bagaimana tidak, segala macam tanaman bisa tumbuh subur. Maka dari itu, hasil pertanian khususnya sayur  mampu meningkatkan perekonomian  rakyat.

Sebagai contohnya, tanaman sayur di lahan pertanian di Kecamatan  Songgon. Hasil panen daerah tersebut mampu memenuhi  kebutuhan pasar, bukan hanya lokal Banyuwangi, melainkan menembus  pasar di Pulau Dewata.

Seladah, daun singkong, dan  pakis, adalah contoh sayur yang  selama ini dipasok ke Bali. Meski  harganya ekonomis, tapi permintaan aneka sayur di Bali ternyata  sangat tinggi. Tak ayal, permintaan konsumen yang tinggi itu mengakibatkan harga bisa naik.

Selama ini sayur-sayur tersebut  telah menjadi kebutuhan bukan  hanya pasar tradisional. Tapi, menjadi menu khas di berbagai restoran. Maka dari itu, distribusi  sayuran tersebut tidak pernah  berhenti dan malah kuota permintaan semakin tinggi.

Biasanya, distribusi segala macam sayuran itu diangkut menggunakan Mitsubishi L 300. Karena permintaan pasar yang  besar, maka jumlah kendaraan yang mengirim aneka sayuran  itu bukan hanya satu dua unit, melainkan mencapai puluhan.

Distributor sayur, Sudiyono  menjelaskan, jika tercatat ada  puluhan mobil yang rutin melayani  permintaan di pasar Bali. ‘’Ada kalau  22 orang dari Banyuwangi yang  menjadi distributor di Bali,’’ terang  warga Dusun Pasar, Desa Sumberarum,  Kecamatan Songgon, itu.

Setiap orang, jelas dia, ada yang  mengoperasikan lebih dari satu unit kendaraan. Diprediksi, ada  sekitar 50 unit mobil yang bergerak  ke Bali. ‘’Pengiriman sayuran itu setiap hari. Berangkat sore,  di sana malam, pagi menjelang  siang sudah tiba lagi,” katanya.

Menurut dia, khusus sayuran seladah, daun singkong, dan pakis,  memang menjadi khas utama hasil petani Kecamatan Songgon. Sebab,  aneka tanaman tersebut sangat  melimpah. ‘’Sayuran asal Songgon memang sudah terkenal,” terangnya.

Pada musim kemarau ini, masih  kata dia, harga sayuran memang  tergolong naik. Sebab, sayur seperti pakis sulit dicari. Itu berbeda dengan  musim penghujan. “Tapi, tetap saja ada. Ini pakis setiap hari juga kirim,” jelasnya. (radar)