sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) resmi menetapkan proyek Jalan Tol Pejagan–Cilacap sebagai bagian dari jaringan tol nasional.
Tol yang akan melintasi sejumlah kabupaten di Jawa Tengah ini diharapkan menjadi jalur strategis yang memperkuat konektivitas utara–selatan Pulau Jawa.
Rute & Cakupan
Tol ini direncanakan menghubungkan wilayah sisi barat Jawa Tengah, melewati empat kabupaten: Kabupaten Tegal, Brebes, Banyumas, dan Cilacap.
Rutenya akan menjangkau Tegal → Slawi → Prupuk → Bumi Ayu → Ajibarang → Wangon → Jeruklegi → Cilacap, sebagai bagian dari integrasi kawasan Bregas dan Barlingmascakep.
Total panjang tol diperkirakan sekitar 95,3 kilometer. Sumber merinci bahwa hampir 50 persen jalur akan melintasi Kabupaten Banyumas.
Baca Juga: Polresta Banyuwangi Raih Juara II Ditresnarkoba Polda Jatim 2025 Berkat Kinerja Unggul
Skema & Investasi
Proyek ini menggunakan skema KPBU – DBFOMT (Design Build Finance Operate Maintenance Transfer), dengan indikasi nilai investasi mencapai Rp 27,23 triliun.
Penanggung jawab proyek di level Pemerintah Pusat, melalui Kementerian PUPR.
Status & Tahapan
Menurut laman resmi, proyek sudah melalui tahap perencanaan (studi pendahuluan hingga final business case).
Target financial close (FC) ditetapkan pada Desember 2028. Untuk konstruksi fisik, rencana awal menargetkan pembangunan dimulai pada 2029.
Meski begitu, bagian detail seperti lebar jalan, jumlah lajur, tarif tol dan jadwal operasional masih menunggu hasil desain final dan pelelangan.
Sumber: simpulkpbu.pu.go.id
Page 2
Baca Juga: Bandara Kyai As’ad Mulai Dibangun di Banongan, Situbondo Siap Sambut Fase Baru Transportasi Udara
Manfaat & Harapan
Dengan hadirnya tol ini, diharapkan ada pemendekan waktu tempuh antara Pantura (jalur utara) dan jalur selatan Jawa Tengah secara signifikan.
Hal ini akan memperlancar distribusi barang, mobilitas manusia, serta membuka potensi pertumbuhan ekonomi di kawasan Brebes–Banyumas–Cilacap — terutama sektor industri dan logistik.
Pemerintah daerah yang dilalui tol pun menyambut antusias. Pemerataan akses dan kesempatan investasi dipandang akan jadi sentuhan progresif bagi wilayah yang selama ini relatif tertinggal dari segi infrastruktur.
Baca Juga: Deretan Jalan Tol di Sumatera Lumpuh Akibat Banjir dan Longsor, Ini yang Dilakukan Hutama Karya
Tantangan & yang Masih Ditunggu
- Walau sudah ada garis besar rute dan investasi, data teknis detail seperti desain akhir tol, struktur dan lebar jalan, serta lokasi pasti gerbang tol belum final dipublikasi.
- Proyek masih dalam tahap prastudi — artinya banyak tahapan administratif dan perizinan (pembebasan lahan, lingkungan, aspek teknis) yang harus dilewati sebelum konstruksi fisik benar-benar dimulai.
- Karena jalurnya melewati banyak kabupaten, koordinasi antar daerah serta komitmen pembebasan lahan akan jadi kunci agar pembangunan tidak tertunda.
Dengan langkah ini, tol Pejagan–Cilacap bukan sekadar jalan bebas hambatan baru, tetapi juga simbol harapan baru bagi Jawa Tengah bagian barat-selatan.
Jika seluruh proses berjalan mulus — dari perizinan, pembebasan lahan, hingga konstruksi — tol ini bisa membuka pintu kemajuan ekonomi, efisiensi logistik, dan konektivitas antarkawasan di Pulau Jawa. (*)
Sumber: simpulkpbu.pu.go.id
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) resmi menetapkan proyek Jalan Tol Pejagan–Cilacap sebagai bagian dari jaringan tol nasional.
Tol yang akan melintasi sejumlah kabupaten di Jawa Tengah ini diharapkan menjadi jalur strategis yang memperkuat konektivitas utara–selatan Pulau Jawa.
Rute & Cakupan
Tol ini direncanakan menghubungkan wilayah sisi barat Jawa Tengah, melewati empat kabupaten: Kabupaten Tegal, Brebes, Banyumas, dan Cilacap.
Rutenya akan menjangkau Tegal → Slawi → Prupuk → Bumi Ayu → Ajibarang → Wangon → Jeruklegi → Cilacap, sebagai bagian dari integrasi kawasan Bregas dan Barlingmascakep.
Total panjang tol diperkirakan sekitar 95,3 kilometer. Sumber merinci bahwa hampir 50 persen jalur akan melintasi Kabupaten Banyumas.
Baca Juga: Polresta Banyuwangi Raih Juara II Ditresnarkoba Polda Jatim 2025 Berkat Kinerja Unggul
Skema & Investasi
Proyek ini menggunakan skema KPBU – DBFOMT (Design Build Finance Operate Maintenance Transfer), dengan indikasi nilai investasi mencapai Rp 27,23 triliun.
Penanggung jawab proyek di level Pemerintah Pusat, melalui Kementerian PUPR.
Status & Tahapan
Menurut laman resmi, proyek sudah melalui tahap perencanaan (studi pendahuluan hingga final business case).
Target financial close (FC) ditetapkan pada Desember 2028. Untuk konstruksi fisik, rencana awal menargetkan pembangunan dimulai pada 2029.
Meski begitu, bagian detail seperti lebar jalan, jumlah lajur, tarif tol dan jadwal operasional masih menunggu hasil desain final dan pelelangan.
Sumber: simpulkpbu.pu.go.id








