Tragis! Tak Mampu Bayar Sewa, Pedagang Bakso Ini Disekap PT Pertani Banyuwangi Didalam Ruko

0
763
Lamijan beserta cucunya didepan Ruko tempat dirinya disekap oleh pemilik ruko.

BANYUWANGI – Diduga karena belum melunasi pembayaran sewa, Lamijan (55) dan 3 orang keluarganya disekap didalam Ruko oleh PT Pertani Sempu Banyuwangi, Jum’at pagi (3/11/17).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Akibat penyekapan oleh Perusahaan di bawah naungan BUMN yang terletak di depan Stasiun KA Kalisetail itu, satu keluarga tersebut kelabakan tidak bisa keluar dari Ruko.

Agar bisa keluar dari Ruko yang digembok dari luar oleh pihak PT Pertani Sempu, Lamijan menelpon salah satu tetangganya, untuk meminta pertolongan agar pintu Ruko tempatnya berjualan bakso dibukakan.

Sayangnya, Ruko tersebut digembok dari luar. Warga kebingungan, mau membuka secara paksa gembok tersebut takut dipersoalkan oleh PT Pertani.

Untuk bisa menyelamatkan satu keluarga yang ada didalam ruko, harus memanggil aparat Polsek Sempu. Dan sangat kebetulan, tidak jauh dari Ruko yang ditempati Lamijan, tempat tinggal Aiptu Mustari, salah satu personel Polsek Sempu.

Setelah ditelepon, Aiptu Mustari akhirnya datang. Melihat Ruko yang terkunci dari luar dan didalamnya ada satu keluarga, Aiptu Mustari meminta bantuan warga yang ada dilokasi tersebut untuk mencari alat yang bisa memotong kunci (Gembok) pintu Ruko.

Terkait kejadian tersebut, Aiptu Mustari langsung melaporkan kepada Kapolsek Sempu. “Siapa yang tidak miris mas, kalau melihat kejadian ini. Saya tidak memikirkan Ruko ini milik siapa atau masalahnya apa. Kalau sampai terjadi apa-apa bagaimana ?,” ungkap Mustari dengan nada agak emosi.

Dengan wajah agak pucat, Lamijan akhirnya keluar sambil menggendong cucunya yang duduk dikelas 2 SD. Warga Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari tersebut mengaku kalau dirinya masih belum bisa melunasi biaya sewanya.

“Saya dipaksa melunasi biaya sebesar Rp. 10 juta, jika tidak mampu bayar, saya harus pindah dari Ruko ini,” ucapnya terbata-bata.

Sebelum pergantian pimpinan PT. Pertani, lanjut Lamijan, para penyewa Ruko disuruh mengangsur biaya sewa, dan rata-rata para penyewa tidak keberatan menanggungnya. Sangat berbeda dengan pimpinan yang baru ini.

“Ruko ini sekaligus untuk tempat tinggal saya. Selain untuk berjualan ya untuk usaha juga. Agar saya bisa memperpanjang Ruko ini, saya sudah ngasih uang DP sebesar Rp 2 juta,” paparnya seraya menunjukkan kwitansi tanda bukti dari PT Pertani.

Warga mengaku geram, seharusnya, bisa dibicarakan baik-baik. Sementara pimpinan Pertani Sempu, Dian Firstianto yang hendak dikonfirmasi sejumlah media terkait dugaan penyekapan tersebut, masih belum bisa dihubungi.

Loading...

Baca Juga :