Berita Terkini Seputar Banyuwangi
Hukum  

Tujuh Reklame Dibongkar Paksa

tujuhBANYUWANGI – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi membongkar paksa tujuh unit papan reklame permanen yang tersebar di tiga kecamatan di Bumi Blambangan kemarin (21/5). Tidak hanya itu, lembaga penegak peraturan daerah (perda) tersebut juga menyita seluruh aset papan reklame ilegal tersebut. Razia penertiban kali ini digelar demi menegakkan Perda Nomor 10 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan reklame.

Sasarannya adalah papan reklame di wilayah Kecamatan Giri, Kalipuro, dan Wongsorejo, yang tak berizin dan yang masanya tidak berlaku izinnya telah habis Kepala Seksi (Kasi) Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Banyuwangi, Ripai mengatakan, dalam razia kali ini pihaknya membongkar tujuh papan reklame permanen. Rinciannya, enam papan reklame tak berizin dan satu papan reklame yang masa berlaku izinnya telah habis.

Menurut Ripai, papan reklame tak berizin tersebut mayoritas berada di wilayah Kecamatan Wongsorejo. Empat dari enam reklame ilegal tersebut didapati petugas di kecamatan paling ujung utara Banyuwangi tersebut. Tidak hanya itu, satu-satunya papan reklame yang masa berlaku izinnya sudah habis juga terdapat di Kecamatan Wongsorejo. Dua reklame tak berizin lain berlokasi di Kecamatan Giri dan Kecamatan Kalipuro.

Ripai menjelaskan, sesuai amanat Perda Nomor 10 Tahun 2012, pihaknya langsung membongkar reklame tak berizin tersebut. Sementara itu, reklame yang masa berlaku izinnya sudah habis, Satpol PP terlebih dahulu melayangkan surat peringatan hingga tiga kali. “Setelah tiga kali surat peringatan tidak digubris, kami langsung melakukan pembongkaran,” jelasnya. Lebih jauh dikatakan, seluruh aset papan reklame yang dibongkar paksa petugas Satpol PP tersebut menjadi milik pemkab. “Sesuai Perda Nomor 10 Tahun 2012, aset papan reklame tersebut kita sita dan menjadi milik Pemkab Banyuwangi,” pungkasnya. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE