Tunggu Giliran Cukur, Baca Setumpuk Kemasan Kopi

0
1400

Di lain pihak, petugas Dinsosnakertrans langsung mengumpulkan puluhan orgil itu di depan kamar mandi kantor tersebut. Petugas benar-benar dibuat sibuk dalam me rapikan penampilan mereka. Selain ha rus memangkas rambut para orgil yang rata-rata sudah gondrong itu, petugas juga harus memandikan mereka. Tindakan itu dilakukan lantaran tubuh mereka mengeluarkan aroma yang sangat tidak sedap.

“Setelah dirapikan, puluhan orgil itu akan kami serahkan ke pusat rehabilitasi,” ujar Kepala Dinsosnakertrans Banyuwangi, Iskandar Azis. Saat petugas sibuk merapikan orgil, beberapa orgil lain malah sibuk dengan dunianya sendiri. Ada yang serius memandang setumpuk bungkus kopi bubuk yang dibawa. Dia seolah sedang membaca tulisan di tiap bungkus kopi yang terbuat dari plastik itu. Orgil yang satu ini tampak cu kup lama memeragakan adegan membaca tersebut.

Sementara itu, orgil yang lain malah asyik merebahkan badan dengan posisi ter lentang di tanah. Matanya terus menatap jauh ke atas, ke langit yang siang itu tampak membiru lantaran tidak terhalang awan. Warga yang melihat pemandangan itu pun hanya bisa senyum-senyum sendiri. Sebab, tingkah polah para orgil tersebut memang di luar kewajaran.

Menurut Iskandar Azis, orgil yang tidak terlalu parah biasanya akan merespons dengan baik jika diajak berkomunikasi. Penasaran dengan kebenaran perkataan itu, wartawan koran ini pun mencoba mengajak salah satu orgil berbincang. Saat ditanya daerah asalnya, orgil tersebut memberikan jawaban dengan cukup lantang dan tegas. “Dari Bogor, Jabotabek,” jawabnya. (radar)

Kata kunci yang digunakan :

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Kemenkumham Puji Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Banyuwangi