Wacanakan Penerapan Sekolah Sore Hari

0
216

wacanakanKALIPURO – Bupati Abdullah Azwar Anas tadi malam (18/6) menggelar diskusi terbatas dengan jajaran redaksi Jawa Pos Radar Banyuwangi. Salah satu fokus diskusi adalah soal tren kekerasan dan kenakalan remaja yang terus meningkat di Banyuwangi. Menurut Anas, menggenjot pertumbuhan ekonomi Banyuwangi lebih mudah dibandingkan menggenjot moral para remaja. Kalau meningkatkan pertumbuhan ekonomi sudah jelas ada rumusnya.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Tapi mengendalikan dan menghentikan kenakalan remaja belum ada rumus yang jitu,” katanya. Karena itu, Bupati Anas akan duduk bersama dengan kalangan budayawan dan beberapa elemen masyarakat lain untuk mencari akar permasalahan kenakalan remaja itu. Kenakalan remaja yang terjadi, kata Anas, tidak bisa dibiarkan dan harus menjadi keprihatinan bersama. Menurut Anas, pemerintah, guru, sekolah, orang tua, dan aparat penegak hukum tidak boleh diam melihat fenomena kenakalan remaja itu. 

Semua stakeholder harus bekerja sinergi untuk mengatasi kenakalan yang melibatkan kalangan remaja. Tidak hanya itu, Bupati Anas juga menyampaikan keprihatinannya atas penyalahgunaan beberapa ruang terbuka hijau (RTH). Saat ini, beberapa RTH tidak lagi digunakan sebagai tempat edukasi, rekreasi, dan olahraga namun sudah dijadikan tempat mesum. “Kita sedang mencari solusi agar beberapa RTH itu tidak disalahgunakan. Kita banyak menerima laporan soal penyalahgunaan fasilitas yang ada di RTH itu,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Anas mewacanakan sekolah sore hari. Wacana ini muncul, sebagai solusi membengkaknya jumlah siswa dan terbatasnya fasilitas ruang kelas di beberapa sekolah tertentu. “Membengkaknya jumlah siswa, terjadi karena jumlah penduduk Banyuwangi terus meningkat,” katanya. Membengkaknya jumlah siswa ini, kata dia, tidak harus dibarengi dengan penambahan ruang kelas. Untuk sementara ini, pemerintah daerah mulai berpikir untuk menghentikan pembangunan ruang kelas baru. 

Kalau setiap tahun terus ada penambahan ruang kelas baru, maka anggaran APBD akan habis hanya untuk bangunan ruang kelas baru. Selain karena terbatas fasilitas ruang kelas, wacana penerapan sekolah pada sore hari juga untuk mengurai kepadatan aktivitas di pagi hari. Selain sekolah pada pagi hari, juga akan diterapkan sekolah pada sore hari. “Kalau sore hari, banyak ruang kelas yang kosong,” katanya. Kedatangan Bupati Anas di ruang redaksi Jawa Pos Radar Banyuwangi, tidak sendiri. Kabag Humas dan Protokol Abd. Kholid Askandar dan Kasubag Humas Rachmawati Setyoardinie ikut mendampingi. (radar)

Loading...