Wayang Tunggu Pesanan, Omprog Lebih Laris

0
507

“AWALNYA saya tidak tertarik sama sekali. Tetapi. karena diberi motivasi oleh orang-orang dekat, saya sadar Banyuwangi butuh pelestari wayang,” ujar Eko saat ditemui di rumahnya di jalan Borobudur, Banyuwangi, kemarin (16/9).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Nasihat yang dilontarkan kepada Eko sebenarnya sederhana. Yakni harus ada pelestari wayang kulit di Banyuwangi demi memudahkan masyarakat yang masih tertarik dengan wayang.  “Kalau tidak ada yang buat wayang di sini (Banyuwangi) kasihan orang-orang harus cari ke Jawa Tengah dulu.” ujar Eko menirukan nasihat yang diucapkan kepadanya beberapa waktu lalu.

Akhimya, setengah memaksakan diri,  Ek0 mempelajari cara membuat wayang yang terbuat dari kulit sapi dan kambing tersebut. Lambat laun ia bisa memproduksi wayang kulit dengan hasil yang lebih bagus daripada sebelumnya.

Pria yang juga berprofesi sebagai penabuh dalam rombongan pedalangan wayang itu tidak hanya mampu membuat wayang, tapi juga piawai membuat omprog gandrung. Akhirnya. Eko memutuskan melanjutkan usaha turun- temurun tersebut.

Hingga kini ia tidak memiliki pekerja. Semua dia lakukan sendiri, mulai proses membersihkan kulit sapi atau kambing, natah (membentuk pola), hinga pewarnaan.  Hal itu ia putuskan karena belum menemukan pegawai yang cocok.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last