Berita Terkini Seputar Banyuwangi

Wisco Siap Bangun Pabrik Baja

wiscoInvestasi Rp 56 Triliun, Tinjau Lokasi di Wongsorejo

BANYUWANGI – Kampe Industrial Estate Banyuwangi (KIEB) mulai dilirik investor raksasa dunia. Kali ini rombongan perwakilan produsen baja terbesar keempat di Tiongkok, Wuhan Iron andSteel Group (Wisco), mengecek kawasan industri di Dusun Kampe, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, kemarin (20/3). Tidak tanggung-tanggung, nilai investasi yang siap digelontorkan investor Tiongkok tersebut mencapai 5 miliar USD dan setara Rp 56,6 triliun.

Meski tidak disebutkan jenis pabrik yang akan dibangun di Bumi Blambangan, tapi se perti yang dilansir sejumlah media nasional, Wis co berniat membangun pabrik pengolahan besi dan baja di Indonesia. Pabrik tersebut di gadang-gadang menjadi yang terbesar di ta nah air, dengan kapasitas produksi 5 juta Ton per tahun. Sementara itu, pesawat jet berisi rombongan Wisco yang didampingi Bupati Abdullah Azwar Anas landing di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, sekitar pukul 10.00 kemarin.

Dari bandara kebanggaan masyarakat Bumi Blambangan tersebut, rombongan menuju kantor Pemkab Banyuwangi untuk mendengar pemaparan tentang KIEB dan berbagai prasarana pendukungnya. Di hadapan rombongan investor, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPT-PM) Banyuwangi, DR Abdul Kadir mengatakan, KIEB disokong pelabuhan laut dengan kedalaman sekitar 18 meter tanpa pengerukan. Air baku untuk kawasan industri itu pun telah disiapkan menyusul pembangunan waduk Bajulmati.

Bukan itu saja, PLN siap mengalokasikan 60 megawatt daya dukung listrik untuk KIEB. “Pada tahun 2016 atau 2017 mendatang, Banyuwangi juga akan didukung double track kereta api,” ujarnya. Begitu mendengar penjelasan singkat tersebut, rombongan Wisco langsung meninjau lokasi KIEB di Kecamatan Wongsorejo. Sesampai di kawasan KIEB, para anggota rombongan tampak cukup antusias mengamati detail kawasan industri di lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII tersebut.

Bah kan, beberapa petinggi Wis co tampak menceker-ceker tanah untuk melihat gambaran struktur lahan di lokasi itu. Bahkan, jarak antara lahan KIEB dengan lereng gunung terdekat juga menjadi perhatian serius investor tersebut. Sayang, Mr Ken, salah satu anggota rombongan enggan memaparkan secara gamblang rencana investasi di Banyuwangi. Dia hanya menyebut, kedatangannya kali ini untuk melakukan survei sebelum menanamkan investasi. “Kami di sini (Banyuwangi) lihat-lihat dulu. Nanti kalau su dah jadi, pasti dikabari,” ujar nya.

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, investor raksasa asal Tiongkok tersebut datang ke Indonesia untuk memantau beberapa wilayah, termasuk Banyuwangi. Dikatakan, ada beberapa alternatif investasi yang disiapkan di empat daerah tersebut. Namun, Anas enggan menyebut jenis investasi apa yang akan ditanamkan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. “Saya tidak bisa menyimpulkan karena saya belum diberi kewenangan untuk menyampaikan,” kata dia diplomatis.

Yang pasti, imbuh Anas, Wisco butuh lahan seluas seribu hektare (Ha). Nah, lahan di   kawasan KIEB sudah cukup memenuhi keperluan lahan tersebut. Bahkan, jika menanamkan investasi di KIEB, pihak investor tidak perlu dipusingkan pembebasan tanah. Sebab sebagaimana diketahui, lahan di kawasan itu sudah disiapkan oleh PTPN XII seluas 2.000 Ha lebih. Anas menyebutkan, nilai investasi yang akan ditanam Wisco cukup fantastis. Jika investasi ter sebut terealisasi, maka akan menjadi yang terbesar di Indonesia.

“Tenaga kerja yang dibutuhkan juga sangat fantastis, yakni mencapai 7.500 orang hingga 8.000 orang,” cetusnya. Anas menambahkan, saat ini Banyuwangi memang tengah “membuka diri” terhadap investor. Sebab, jika tidak ada investor skala besar masuk di kabupaten berjuluk Sunrise of Java ini, maka tidak ada perubahan berarti terhadap penyediaan lapangan kerja. “Kami harus segera menyiapkan lapangan kerja yang cukup besar agar bisa menyerap pengangguran di Banyuwangi,” pungkasnya. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE