Motif Gantung Diri “Ratna Permata Sari” Masih Buram

0
86

Ilustrasi-Gantung-Diri

BANYUWANGI – Tiga hari berjalan, motif gantung diri Ratna Permata Sari, 34, seorang ibu rumah tangga masih belum terkuak juga. Penyidik Reskrim Polsek Banyuwangi masih intens mengumpulkan keterangan kepada saksi dari pihak keluarga.

Suami korban, Cahyo Laksono yang sempat ‘menginap’ di Polsek akhirnya diperbolehkan pulang. Bapak dua anak itu hanya dikenakan wajib lapor.  Kanit Reskrim Polsek Banyuwangi, Ipda Maskur mengatakan, ada tiga saksi yang sudah dimintai keterangan, salah satunya Cahyo.

Pria tersebut diinterogasi hingga pukul 02.00 dini hari. Sayang keterangannya belum bisa menemukan titik tetang kematian Ratna apakah murni gantung diri apa dibunuh. “Cahyo memang sempat pergi dari rumah untuk mendaftarkan surat cerai di Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi. Dia pergi dari mmah dengan menumpang angkutan umum dari rumahnya yang ada di Perumahan Sobo. Hubungan keduanya memang sudah tidak harmonis,” jelas Maskur.

Loading...

Keterangan Cahyo kepada polisi juga menyebutkan, dia dan istrinya memang sering bertengkar. Bahkan, saat bertengkar tak jarang korban juga sering melemparkan piring untuk meluapkan emosinya “Korban juga diketahui pencemburu, sementara suaminya ini orangnya pendiam,” ungkapnya.

Saat ditanya apa motif pasti dari gantung diri Ratna Permata Sari, Maskur masih belum bisa menyimpulkan. Pihaknya mengaku masih perlu mengumpulkan bukti-bukti kuat untuk memutuskan apakah korban ini tewas bunuh diri atau memang senagaja digantung oleh seseorang.

“Kami belum bisa sampaikan apa motif gantung diri dari korban ini, masih kami lakukan penyelidikan,” pungkasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, ketenangan warga Perumahan Sobo menjelang berbuka puasa terusik Selasa petang (21/6).

Seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Perumahan Sobo Blok H 02 ditemukan tak bernyawa dengan cara gantung diri. Korban diketahui bernama Ratna Permata Sari, 34, warga Perumahan Sobo Blok H 02. Korban ditemukan tergantung di kusen pintu kamar rumahnya dengan sebuah kain yang mengikat di sebuah kusen kamarnya.

Sementara itu, dari hasil otopsi yang dilakukan oleh tim dokter, ada fakta menarik terkait tewasnya ibu dua anak tersebut. Tim dokter menyebutkan, jeratan yang ada di leher korban saat ditemukan gantung diri bukan karena beban tubuh selayaknya orang gantung diri.

Solakhudin, Dokter Instalasi Kedokteran Kehakiman (IKK) RSUD Blambangan menjelasakan, dari pemeriksaan luar ditemukan sebuah simpul mati di leher sebelah kiri korban, tepatnya di bawah telinga. Kemudian ditemukan juga dari bekas jeratan kain yang ada di leher korban.

“Jeratan alurnya bukan vertikal seperti orang gantung diri pada umumnya. Tapi jeratanya diagonal. Pemeriksaan dalam kami tidak menemukan patah tulang leher,” jelas Solakhtndin. (radar)

loading...