Puluhan Hektare Tanaman Tembakau Gagal Panen

0
174
Ilustrasi

WONGSOREJO – Musim kemarau yang melanda Dusun pancoran, Desa Sidowangi mengakibatkan puluhan hektare tanaman tembakau mengering. Tanaman untuk bahan baku rokok tersebut  terancam gagal panen.

Tidak banyak upaya yang dilakukan oleh petani tembakau. Untuk minum saja mereka harus berbagi dengan hewan ternak yang mereka miliki. Warga terpaksa membiarkan tanaman tembakaunya mengering.

Loading...

Petani tembakau pesimistis  dengan hasil panennya karena  musim kemarau yang melanda wilayah tersebut selama enam  bulan terakhir.  Daerah penghasil tembakau di wilayah kecamatan paling  utara Banyuwangi tersebut sedang berada di masa sulit.

Hingga kini tembakau yang dihasilkan dari  panen petani dijual dengan harga Rp. 15.000 per Kg. “Untuk musim kering begini susah panen. Karena  tidak ada air untuk menyiram tembakau,” ucap Narwi, 50, petani tembakau.

Dari sisi kualitas panenan pertama masuk kategori jelek. Petani Desa Sidowangi hanya sempat menikmati dua kali masa penen saja. Jika dalam minggu- minggu ke depan hujan turun, bisa dipastikan panen gelombang  ketiga juga tidak akan menghasilkan tembakau kualitas bagus.

“Hanya bisa pasrah saja. Tanaman tembakaunya juga sudah banyak yang mati dan kering,” ucap Narwi. Selain itu, para petani juga mengeluh dengan cuaca yang tidak menentu.

Karena tanaman  tembakau masa penanamannya termasuk sulit dan pertumbuhan- nya juga sulit karena hujan terus.  Untuk panasnya bagus pada tahap pengeringan tembakau tetapi harganya anjlok.

“Tahun ini cuaca sama sekali tidak mendukung. Dan banyak petani yang merugi,”  tandas Narwi. (radar)

loading...