10 Nyawa Melayang di Jalan

  • Bagikan

Kecelakaan Selama Arus Mudik Lebaran

BANYUWANGI – Angka kecelakaan lalu-lintas sejak Operasi Ketupat berlangsung hingga kemarin ternyata naik tajam dibanding tahun sebelumnya. Selama operasi berlangsung sejak 11 Agustus 2012 hingga 27 Agustus 2012, tercatat ada delapan kecelakaan. Jumlah itu naik dibanding saat Operasi Ketupat 2011 lalu.

Tahun lalu, selama libur Idul Fitri, hanya ada tiga kecelakaan. “Dibanding tahun lalu, tahun ini jumlah kecelakaan naik tajam,” ujar Kanitlaka Satlantas Polres Banyuwangi, Ipda Mujiono. Dari delapan kecelakaan yang terjadi selama Operasi Ke tu pat 2012 berlangsung, 10 korban meninggal dunia (MD), 5 korban mengalami luka berat (LB ), dan 3 korban mengalami luka ringan (LR). “Korban MD 10 orang itu termasuk kategori ting gi,” imbuh Mujiono.

Dari tiga kecelakaan yang ter jadi selama Operasi Ketupat 2011, korban MD hanya 3 orang. Kor ban LB tercatat 2 orang, dan 3 orang mengalami LR. “Jumlah korban meninggal naik 100 per sen dibanding tahun lalu,” ungkapnya. Kecelakaan-kecelakaan yang me nyebabkan korban jiwa selama Operasi Ketupat 2012 ini, jelas dia, hampir semua melibatkan kendaraan roda dua.

Para pengendara motor itu ada yang menggunakan helm, tapi juga ada yang tidak. “Kecelakaan ini terjadi di be be rapa titik di Kabupaten Banyuwangi,” cetusnya. Ditanya penyebab kecelakaan, Mujiono menyebut akibat meningkatnya jumlah ken daraan roda dua dan empat di jalan raya. Warga Banyuwangi di luar kota banyak yang mudik me nunggang sepeda motor dan mobil.

“Jumlah kendaraan di jalan raya naik hingga 500 per sen,” sebutnya. Selain akibat jumlah kendaraan meningkat, kecelakaan di jalan juga dipicu pengendara motor yang ugal-ugalan dan kondisi jalan yang ku rang bagus. “Mengendarai kendaraan kurang hati-hati juga men jadi salah satu faktor,” tandas Mujiono. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: