1080 Orang Penari Beraksi di Pantai

0
295

BANYUWANGI – Pergelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2 18 November 2012 akan diawali dengan serangkaian kegiatan. Sehari sebelum BEC digelar, akan digelar Parade Gandrung Sewu di Pantai Boom. Parade Gandrung Sewu merupakan proyek sendratari yang berusaha memberikan wajah baru The Sunrise of Java.

Banyuwangi sering diidentikkan dengan Gandrung, dan Gandrung secara khusus dipilih untuk menceritakan Banyuwangi kepada masyarakat Indonesia dan dunia. Gandrung merupakan sendratari yang disuguhkan untuk menggambarkan kekayaan budaya dan pariwisata Banyuwangi.

Gandrung dianggap sebagai ikon Banyuwangi dan harus menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Tari jejer gandrung dalam berbagai macam versi (jejer jaran dawuk, jejer gandrung dor) merupakan tarian yang sudah dikenal, baik di Banyuwangi maupun di taraf nasional.

Sebagai kesenian asli Banyuwangi, gandrung memang banyak digandrungi masyarakat. Gandrung banyak dibawakan masyarakat Banyuwangi, mulai usia anakanak hingga dewasa, dalam berbagai acara. Besarnya perhatian terhadap gandrung, pemerintah daerah menyediakan media aktualisasi secara masal bagi para penari gandrung. Parade gandrung itu sekaligus untuk mengenalkan dan menguatkan gandrung sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari cerita tentang Banyuwangi.

Dalam parade gandrung itu, panitia melibatkan seribu lebih penari gandrung. 200 penari profesional melakonkan sendratari gandrung. Pada akhir pertunjukan, penampilan kolosal 1080 penari jejer gandrung mulai SD hingga SMA akan menari secara bersamaan. Para performer tersebut akan diiringi 23 penabuh gamelan dan dua sinden Dalam acara itu akan di tampilkan seni pertunjukan rakyat yang menceritakan sejarah gandrung dari masa ke masa.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2