2 Bakal Calon Kepala Desa Mengaku Dimintai Uang Pemulus Lulus Tes Tulis

0
230
Foto: Timesindonesia

BANYUWANGI – Dugaan kecurangan dalam pelaksanaan seleksi tes tulis Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) di Banyuwangi pada Rabu 29 Agustus 2019 makin menguat.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dilansir dari Timesbanyuwangi, dua orang peserta tes mengaku telah dimintai uang pemulus kelulusan. Keduanya adalah Nur Hasim dan Agus Wiyanto, Bakal Calon Kepala Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi.

Nur Hasim mengaku dimintai uang Rp 1,3 juta oleh Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Rejoagung yaitu Gangsar.

“Nominal tersebut adalah hasil koordinasi dengan panitia seleksi tes tulis tingkat kabupaten. Sebagai pemulus kelulusan tes,” kata Nur Hasim, Rabu (4/9/2019).

“Awalnya sama pak Gangsar saya diminta Rp 3 juta,” imbuhnya.

Dilema antara tak mau malu karena gagal tes dan kondisi keuangan diri yang cekak, akhirnya dia terpaksa menawar. Bandrol Rp 3 juta dinego untuk diturunkan ke angka Rp 1 juta. Hingga akhirnya Gangsar menyepakati dinilai Rp 1,5 juta.

“Saya bisa gak bisa ya terpaksa bayar, saya kan gak mau malu gagal tes, lha sudah terlanjur mendaftar,” ungkapnya.

Namun seperti pepatah sudah jatuh tertimpa tangga. Meski sudah mengeluarkan uang, Rp 1,3 juta, Nur Hasim harus menerima kenyataan pahit dengan tidak lulus ujian tes tulis Bakal Calon Kepala Desa.

“Pak Gangsar bilang ke saya sudah ketemu pihak panitia kabupaten, dan akan mengembalikan uang saya,” jelas Nur Hasim sambil menunjukan pesan SMS dari Gangsar, si Ketua Panitia Pilkades Rejoagung.

Agus Wiyanto juga sama. Bakal Calon Kepala Desa Rejoagung, ini malah mengaku dipungut Rp 1,5 juta oleh Gangsar. Namun dia juga gagal lulus seleksi tes tulis.

Baca :
Bos-Bos Pemilik Supercar Gelar Pertemuan di Banyuwangi

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Panitia Pilkades Rejoagung, Gangsar, membantah dia telah meminta uang pelicin kelulusan seleksi tes tulis.

“Itu tidak betul, nanti saya konfirmasi,” kata Gangsar.

Sementara itu, atas kejadian ini para Bakal Calon Kepala Desa gagal tes di Banyuwangi, berharap ada kepedulian dari instansi terkait. Baik dari Kepolisian, Kejaksaan dan Pemerintah Daerah Banyuwangi. Dengan begitu akan tercipta iklim kondusif dalam perhelatan Pilkades Serentak 2019 di Bumi Blambangan.

Loading...

[AWPCPRANDOMLISTINGS limit=1]