Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter, Perairan Selatan Jawa Wajib Waspada

bmkg-peringatkan-gelombang-tinggi-hingga-4-meter,-perairan-selatan-jawa-wajib-waspada
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter, Perairan Selatan Jawa Wajib Waspada

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Peringatan ini berlaku mulai 29 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 1 Februari 2026 pukul 07.00 WIB dan ditujukan bagi seluruh pengguna jasa kelautan dan masyarakat pesisir.

BMKG melalui Direktorat Meteorologi Maritim menjelaskan, peningkatan gelombang laut dipicu oleh keberadaan bibit Siklon Tropis 98S yang terpantau berada di koordinat 12,5° Lintang Selatan dan 106,7° Bujur Timur, tepatnya di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Barat.

Keberadaan sistem tekanan rendah tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan kecepatan angin di sekitarnya, yang pada akhirnya memicu terbentuknya gelombang laut tinggi di sejumlah perairan Indonesia.

“Bibit siklon ini menyebabkan peningkatan kecepatan angin dan memengaruhi pola gelombang di wilayah perairan sekitarnya,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

BMKG mencatat, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari arah utara hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 6–20 knot.

Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, angin bertiup dari barat hingga barat laut dengan kecepatan yang lebih tinggi, yakni 8–30 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Barat, yang menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu area dengan potensi gelombang laut paling signifikan selama periode peringatan dini berlangsung.

Wilayah dengan Potensi Gelombang Tinggi

BMKG memprakirakan gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4,0 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan berikut:

  • Samudra Hindia bagian barat Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, dan Lampung
  • Samudra Hindia bagian selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur
  • Laut Arafuru bagian barat, tengah, dan timur

Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki risiko tinggi terhadap aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan, terutama bagi kapal berukuran kecil.

Potensi Gelombang Sedang di Perairan Lain

Selain gelombang tinggi, BMKG juga memprakirakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di berbagai wilayah perairan lainnya.

Di antaranya meliputi perairan barat dan utara Indonesia seperti Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Laut Natuna Utara, serta Selat Karimata bagian utara.


Page 2

Sementara di wilayah tengah dan timur Indonesia, gelombang sedang diperkirakan terjadi di Laut Jawa bagian timur, Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram, Laut Arafuru bagian utara, Selat Makassar bagian tengah dan selatan, Laut Sulawesi bagian timur, serta Laut Maluku.

Potensi gelombang sedang juga terpantau di Samudra Pasifik utara Maluku, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua.

Imbauan Keselamatan Pelayaran

BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca dan gelombang tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Karena itu, imbauan kewaspadaan khusus disampaikan kepada pengguna transportasi laut.

Perahu nelayan diimbau untuk waspada apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Sementara itu, kapal tongkang berisiko terdampak jika angin mencapai 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter.

Adapun kapal ferry diminta meningkatkan kewaspadaan saat angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter atau lebih.

BMKG mengimbau seluruh masyarakat maritim, nelayan, operator pelayaran, serta pengguna jasa transportasi laut lainnya agar terus memantau perkembangan cuaca dan gelombang melalui kanal resmi BMKG, seperti situs maritim.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @bmkggmaritim.

“Kewaspadaan dan pemantauan informasi cuaca secara berkala sangat penting untuk menghindari risiko kecelakaan laut,” tegas BMKG. (*)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Peringatan ini berlaku mulai 29 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 1 Februari 2026 pukul 07.00 WIB dan ditujukan bagi seluruh pengguna jasa kelautan dan masyarakat pesisir.

BMKG melalui Direktorat Meteorologi Maritim menjelaskan, peningkatan gelombang laut dipicu oleh keberadaan bibit Siklon Tropis 98S yang terpantau berada di koordinat 12,5° Lintang Selatan dan 106,7° Bujur Timur, tepatnya di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Barat.

Keberadaan sistem tekanan rendah tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan kecepatan angin di sekitarnya, yang pada akhirnya memicu terbentuknya gelombang laut tinggi di sejumlah perairan Indonesia.

“Bibit siklon ini menyebabkan peningkatan kecepatan angin dan memengaruhi pola gelombang di wilayah perairan sekitarnya,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

BMKG mencatat, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari arah utara hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 6–20 knot.

Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, angin bertiup dari barat hingga barat laut dengan kecepatan yang lebih tinggi, yakni 8–30 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Barat, yang menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu area dengan potensi gelombang laut paling signifikan selama periode peringatan dini berlangsung.

Wilayah dengan Potensi Gelombang Tinggi

BMKG memprakirakan gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4,0 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan berikut:

  • Samudra Hindia bagian barat Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, dan Lampung
  • Samudra Hindia bagian selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur
  • Laut Arafuru bagian barat, tengah, dan timur

Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki risiko tinggi terhadap aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan, terutama bagi kapal berukuran kecil.

Potensi Gelombang Sedang di Perairan Lain

Selain gelombang tinggi, BMKG juga memprakirakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di berbagai wilayah perairan lainnya.

Di antaranya meliputi perairan barat dan utara Indonesia seperti Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Laut Natuna Utara, serta Selat Karimata bagian utara.