Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Anggaran Infrastruktur Menyusut, Banyuwangi Genjot Tambal Sulam Jelang Lebaran

anggaran-infrastruktur-menyusut,-banyuwangi-genjot-tambal-sulam-jelang-lebaran
Anggaran Infrastruktur Menyusut, Banyuwangi Genjot Tambal Sulam Jelang Lebaran

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Musim hujan yang kembali mengguyur menjadi tantangan bagi ketahanan jalan di Banyuwangi yang selama ini dibangun dan dipelihara di tengah keterbatasan anggaran.

Curah hujan tinggi, sementara sistem drainase yang belum optimal, menyebabkan sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan, seperti di Jalan Kepiting Kota Banyuwangi.

Sementara momentum Lebaran kian dekat dan potensi peningkatan mobilitas warga berpeluang lebih tinggi, upaya tambal sulam dilakukan dengan mengoptimalkan unit pelaksana yang ada.

Baca juga: Modal Otodidak, Petani Kopi Kalibaru Banyuwangi Berhasil Tanam Kopi Langka dan Banjir Pesanan

“Penambalan kita mulai hari ini. Jumlah titiknya banyak jadi kita cicil mulai sekarang. Targetnya sebelum Lebaran sudah bisa kita tambal semua,” kata Asisten Administrasi Umum Kabupaten Banyuwangi, Budi Santoso, Kamis (5/2/2026).

Penambalan jalan dilakukan menggunakan teknik tambal sulam agar jalanan tidak menggembung dan berpotensi bahaya bagi pengendara roda dua.

Budi tak menampik, musim hujan dan drainase yang kurang di sepanjang Jalan Kepiting yang merupakan aset PJKA tersebut menjadi langganan jalan rusak setiap musim hujan tiba.

“Penambalan akan terus kita lakukan, kita prioritaskan jalan protokol dan ruas jalan dengan intensitas (pengguna jalan) tinggi,” tuturnya.

Petugas melakukan penambalan jalan di Jalan Kepiting Kota Banyuwangi.KOMPAS.COM/Fitri Anggiawati Petugas melakukan penambalan jalan di Jalan Kepiting Kota Banyuwangi.

Sementara untuk solusi jangka panjang tetap selalu ada mengantisipasi jalan yang banyak rusak di musim hujan, dinas pekerjaan umum akan melakukan perbaikan dengan menyesuaikan kondisi finansial.

Seperti daerah-daerah lain, alokasi transfer ke daerah (TKD) untuk Banyuwangi pada tahun 2026 dipangkas sekitar Rp 665 miliar, yang menyebabkan APBD Banyuwangi 2026 telah disepakati sebesar Rp 2,9 triliun, lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Teman-teman PU sudah menyesuaikan kondisi finansial, yang tak hanya dialami Banyuwangi, tapi juga secara keseluruhan, (anggaran) infrastruktur semuanya turun sehingga kami mengimbau masyarakat sama-sama menjaga,” ucapnya.

Baca juga: Damkar Banyuwangi Evakuasi Lansia dari Sumur Sedalam 15 Meter

Persoalan perbaikan jalan juga sebelumnya disinggung Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani yang mengungkapkan bahwa total panjang jalan kabupaten di Banyuwangi mencapai sekitar 2.417 kilometer dan 77 persen di antaranya saat ini berada dalam kondisi baik.

Hingga kini masih terdapat sekitar 22,95 persen atau kurang lebih 554 kilometer jalan yang kondisinya perlu mendapat penanganan lebih lanjut.

“Insyaallah, perbaikan jalan akan kita lakukan secara bertahap, sesuai dengan kemampuan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah,” tutupnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang