BANYUWANGI, KOMPAS.com – Tangis Trias Oktania tertahan, suaranya bergetar saat menceritakan insiden meninggalnya sang kakak, Yosep Bahtiar Irawan, akibat dikeroyok gerombolan anak punk pada Rabu (4/2/2026) malam.
Warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur, tersebut meninggal dengan tragis dengan luka parah di wajah dan kepala, hingga tak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit setelah dihajar sekitar 15 anak punk.
“Luka paling parah di bibir kiri, hidung pesok (patah), dan kepala bagian kiri bengkak besar sekali,” kata adik kandung Yosep yang akrab disapa Nia tersebut, Kamis (5/2/2026).
Baca juga: Anggaran Infrastruktur Menyusut, Banyuwangi Genjot Tambal Sulam Jelang Lebaran
Nia bercerita, tak ada yang tahu pasti awal peristiwa tersebut. Namun, menurut cerita yang didengar, insiden tersebut bermula saat segerombolan anak punk menyerbu sebuah restoran di kawasan Desa Ketapang untuk meminta makan.
Namun, karena mengganggu ketertiban, anak-anak punk tersebut kemudian dihalau satpam. Mereka terpecah dan beberapa di antaranya mengamen di rumah warga, termasuk di rumah Yosep.
“Entah gimana ceritanya, 2-3 anak punk itu diteriaki almarhum. Bilang jangan di sini mungkin karena tidak nyaman. Tidak tahu ada cekcok atau bagaimana langsung dikejar dan mereka lari ke selatan (arah kota Banyuwangi),” ujar Nia.
Baca juga: Cerita Pasangan Polisi-Dokter di Banyuwangi, Keliling Desa Gelar Khitan Gratis Door to Door
Yosep terus berlari. Hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya, di kondisi jalan yang gelap, ia dikeroyok kawanan anak punk.
Warga sempat mengira, keramaian yang terjadi adalah tawuran antar sesama anak punk, hingga akhirnya istri Yosep, Marwana yang sempat mengejar suaminya, melihat tubuh Yosep lemas tidak berdaya.
“Di sana sudah tergeletak. Istrinya teriak dan anak-anak itu lari, naik mobil towing sambil dadah-dadah,” tutur Nia.
Evakuasi Yosep sempat direkam kamera warga dan menjadi perbincangan hangat setelah dikirim lewat pesan berantai.
Sementara Yosep yang lemas saat itu langsung dibawa ke rumah sakit, namun hanya berselang 1,5 jam, setelah mendapatkan penanganan, Yosep dinyatakan meninggal dunia.
“Kami berharap, karena ini menyangkut nyawa dan saya kehilangan kakak saya, semoga para pelaku dapat dihukum setimpal,” pintanya.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Kompas.com telah berulang kali berupaya meminta konfirmasi kepada pihak kepolisian. Sayangnya, belum ada satu pun jawaban yang diberikan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang








