237 Orang Meninggal karena HIV/AIDS

  • Bagikan

SRONO – Tingginya angka orang dengan HIV/AIDS (Odha) membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi turun tangan dalam memberikan pelatihan khusus kepada masyarakat terkait pen-anganan penderita penyakit mematikan tersebut.

Bertempat di Balai Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, kemarin, petugas Dinkes memberikan pelati-han kepada puluhan ustad, petugas pencatat nikah (modin), dan ibu-ibu rumah tangga.

Selain dibekali teori dan tanya jawab, para peserta juga diajak langsung mempraktikkan proses me-mandikan sampai mengkafani jenazah Odha.

Kepala Dinkes Banyuwangi, Hariadji Sugito, yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa pelatihan itu sangat perlu dilakukan guna mengu-rangi ketakutan yang berlebihan saat memandikan jenazah Odha.

Di samping itu, acara tersebut sekaligus un-tuk melakukan pencegahan yang benar terkait penularan HIV/AIDS. Menurut Hariadji dalam memandikan jenazah Odha, yang memandikan jenazah tidak boleh mempunyai luka terbuka. ”Kalaupun ada harus ditutup rapat dengan bahan antiair,” jelas Hariadji.

Selain itu, harus menggunakan tutup kepala, kaca-mata gogeldan masker apround untuk melapisi tubuh dari tangan sampai kaki. “Juga menggunakan sepatu karet,” tandasnya.

Di sisi lain, Hariadji menjelaskan, berdasar hasil kajian kasus HIV/AIDS di Banyuwangi pada Agus-tus 2012 diketahui bahwa jumlah penderita telah mencapai 1.232 orang. Dari Jumlah tersebut, yang meninggal dunia sebanyak 237 kasus dengan trans-misi penularan kasus seksual sebesar 77 persen.

Faktor penularan-risiko melalui pelanggan wanita pekerja seks (WPS) sebesar 24 persen. Sementara itu, untuk WPS sebesar 19 persen. “Pengguna nar-koba suntik 13 persen dan heteroseksualsebesar 10 persen,” pungkasnya.

Pelatihan kemarin juga menghadirkan dua pemateri dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banyuwangi, yakni Erna Agustina dan Ana Aniati. (Radar)

Baca :
Sudah 2 Kali Vaksin, Masih Terpapar Covid-19
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: