52 Perwira TNI Kunjungi PT. Lundin Industry Invest Banyuwangi

0
2180

“Kunjungan ke sini masuk dalam kurikulum pendidikan regular mereka. Jadi, mereka bisa membandingkan antara teori dan kondisi di  lapangan,” jelas Tholib. Berdasar pengamatan para siswa, sementara ini kesan yang didapat dari kapal militer produk si PT.

Lundin sebenarnya cukup bagus. Hanya saja, peristiwa terbakarnya prototype KRI Klewang menjadi sedikit catatan yang menurut mereka harus diperbaiki sebelum digunakan di medan tempur. “Kita lihat teknologinya sudah bagus.  Tapi belum memenuhi keseluruhan.  Agendanya hanya satu hari nanti mereka akan membandingkan,”  ujarnya.

Sementara itu, Direktur Komersial PT. Pindad, Wijayanto, menambahkan teknologi kapal boat dengan meriam tank yang dikembangkan PT. Lundin ini yang pertama kali di dunia. PT. Pindad bersama PT. Lundin berusaha membuat sebuah boat yang tangguh dan bisa digunakan  di sungai-sungai besar di Indonesia.

“Kita gunakan meriam caliber 105 milimeter dengan  daya tembak sampai 17 kilometer.  Sama dengan milik medium tank. Kita juga ikut uji menggunakan  stabilisator agar kapal ini tidak  terlalu bergoyang setelah menembak,” ujarnya.

John Ivar Alan Lundin, pemilik  PT. Lundin, menambahkan kapal  boat yang dia kembangkan cocok  untuk mengamankan sungaisungai  besar di Indonesia. Selama ini beberapa negara, seperti Brazil  dan Filipina, sudah membeli  produknya. Dia pun optimistis  kapal bermuatan 26 orang itu dapat menarik minat para calon  perwira tinggi TNI yang datang   ke tempatnya pagi itu.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Peduli Warga Terdampak Covid-19, Kapolresta Banyuwangi Bagikan Ratusan Paket Sembako