Abdul Rifai, Kolektor Barang Antik di Kemiren

0
4611

Pistol dengan berat setengah kilogram dan terbuat dari bahan tembaga itu, juga sudah banyak yang menawar tapi belum juga dilepas oleh Rifai. “Harganya masih belum sesuai dengan nilai histori pistol kuno itu,” ucap bapak dua anak itu.

Pria yang juga gemar memakai topi koboi itu mengaku, untuk saat ini peminat benda antik tidak seramai dulu. Orang-orang yang datang ke tempatnya kebanyakan adalah pejabat dan budayawan. Untuk orang awam dan anak-anak muda jarang sekali yang datang untuk menawar benda kuno koleksinya.

“Saya hanya menjual barang yang menurut saya layak untuk dijual. Jika benda tersebut memiliki nilai histori yang tinggi saya lebih baik menyimpannya,” ungkap pria yang pensiun pada tahun 2015 itu.

Beberapa barang antik koleksinya pun pernah diborong oleh turis asal Inggris. Warga Inggris bernama Mr Andrew itu memborong perabotan rumah tangga seperti dipan Oseng, lampu kuno, dan meja kuno.

“Saya juga pernah diajak ke Inggris tapi saya menolak karena masih terikat dengan pekerjaan PNS,” papar dosen yang masih mengajar di Universitas Terbuka (UT) Banyuwangi itu.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | ... | 2 |3 | 4 | Next → | Last

Baca :
Jelang Libur Nataru, Marine Inspector Cek Kesiapan Kapal Penyeberangan di Banyuwangi