Abu Raung Menuju Selatan

0
464

Intensitas Vulkanik semakin Menipis

BANYUWANGI – Hujan abu  vulkanik masih mengguyur sebagian  besar wilayah Kabupaten Banyuwangi kemarin (11/7).  Namun, intensitas guyuran abu  vulkanik kali ini sudah jauh menipis.  Hal itu disebabkan arah  angin yang sebelumnya ke arah tenggara kini berpindah ke arah selatan.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, Anjar Triono Hadi, membenarkan hal tersebut. Berdasar  data yang diperoleh, kecepatan angin 10 knot dengan ketinggian  di 17.000 feet dari permukaan  laut (dpl).

“Angin yang membawa abu masih menuju tenggara tapi lebih  condong ke arah selatan,” jelas   Anjar. Meski demikian, sebaran abu vulkanik yang dibawa angin tersebut masih menghujani sebagian besar wilayah Kabupaten  Banyuwangi.

Namun, ditanya mengenai ketebalan abu vulkanik yang dibawa angin tersebut, pihak BMKG menginformasikan hal tersebut tergantung aktivitas  vulkanik Raung. “Kita hanya memantau arah angin. Kalau mengenai ketebalan abu, itu tergantung aktivitas gunung,” terang Anjar.

Arah angin yang lebih condong ke arah selatan itu diprediksi akan terus terjadi sampai besok. Namun, tidak menutup kemungkinan arah angin akan berubah. Mengingat, perubahan arah angin bisa terjadi  kapan saja dan bisa terjadi  sewaktu-waktu. “Terus kita pantau arah angin kemana.

Besok (hari ini) arah angin masih sama  prediksi kita,” pungkas Anjar. Sementara itu, meski abu  vulkanik di pusat kota Banyuwangi sudah berkurang, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi tetap mengimbau masyarakat yang bepergian menggunakan masker dan pelindung mata.

Meski abu vulkanik sudah tipis, tapi masih bisa dirasakan  abunya. “Abu di wilayah kota sudah menipis. Tapi warga tetap disarakan pakai masker  kalau bepergian,” kata Kabid  Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharam.

Dengan adanya debu vulkanik erupsi Gunung Raung tersebut, masyarakat diimbau tidak terlalu  panik. Sebab, intensitas abu  vulkanik tidak terlalu membahayakan dan tidak sampai mengurangi jarak pandang, terutama bagi pengendara kendaraan di  jalan. “Ini masih aman, jangan  terlalu panik,” jelas Eka.

Baca :
Perbaiki Teras, Warga Sidodadi Meninggal Kesetrum

Ditanya mengenai sampai kapan abu vulkanik menghujani wilayah Banyuwangi, BPBD  memprediksi akan berlangsung lama. Mengingat status Gunung Raung belum menunjukkan penurunan aktivitas. “Status gunung masih siaga. Angin  menuju ke selatan, tapi masih  belum ada laporan wilayah Banyuwangi selatan yang terkena abu vulkanik,” pungkasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi,  Jumat (10/7) malam  kemarin intensitas debu masih sangat padat. Bagi kita yang mengendarai motor, abu vulkanik pada Jumat malam masih kita rasakan pedih di mata. Namun, mulai Sabtu pagi kemarin intensitas debu sudah tidak terlalu kita rasakan lagi saat kita mengendarai kendaraan. (radar)