Aktif Kampanyekan Perang Narkoba Lewat Dakwah

0
191
lrzan Arfa AI-Fawwaz Juara Satu Dai Cilik Polres

DIAKUI atau tidak, narkoba telah merasuki nyaris semua lapisan msayarakat. Hanya demi uang ada oknum-oknum keji yang tega merusak fisik, psikologi, masa depan, hingga lingkungan sosial masyarakat dengan cara memproduksi atau pun mengedarkan narkotika dan obat-obatan berbahaya secara ilegal.

Mata mereka tidak buta. Telinga mereka juga tidak tuli. Namun, para produsen dan bandar narkoba itu tetap acuh tak acuh ketika melihat atau mendengar tangis pilu para korban maupun keluarga orang-orang yang telah terjerumus ke ‘lembah’ penyalahgunaan narkotika tersebut.

Bahkan hati mereka seolah telah mati. Mereka tidak peduli ketika mendapati anak-anak menjadi yatim atau piatu lantaran orang tuanya mati sia-sia akibat overdosis. Mereka juga tidak peduli efek negatif lain yang diderita oleh korban penyalahgunaan narkoba.

Entah itu anak yang terpaksa putus sekolah karena orang tuanya masuk penjara karena narkoba. Masa depan anak dan remaja rusak akibat gangguan mental. Serta berjuta efek negatif yang lain.

Maka, mustahil menyetop penyalahgunaan narkoba hanya dengan berharap seluruh produsen maupun bandar narkoba insaf. Tidak cukup pula jika perang terhadap narkoba hanya dilimpahkan kepada jajaran kepolsian dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Setiap elemen masyarakat harus ikut serta dan bahu-membahu memerangi penyalahgunaan narkoba. Setidaknya dengan ikut mengampanyekan gerakan menjauhi narkoba. Seperti dilakoni Irzan Arfa Al-Fawwaz.

Di usia belia, siswa kelas III MI Negeri Sobo ini telah aktif mengampanyekan perang terhadap narkoba. Menariknya, kampanye itu disampaikan bocah yang karib disapa Arfa tersebut lewat dakwah.

Loading...

Ya, di usianya yang belum genap sepuluh tahun, tepatnya sembilan tahun lima bulan, Arfa telah menjadi salah satu dai cilik andalan Banyuwangi sekaligus duta anti narkoba Polres Banyuwangi.

Status duta anti narkoba polres itu berhak dia sandang setelah menjuarai ajang lomba dai cilik bertema “Perang Melawan Narkoba” yang dihelat di Mapolres Banyuwangi Senin lalu (22/5). Selain itu, menjadi duta anti narkoba, Arfa itu juga berhak mewakili Polres Banyuwangi pada lomba dai cilik tingkat Polda Jatim yang bakal digeber beberapa bulan mendatang.

Saat tampil di hadapan para perwira dan bintara polisi serta dewan juri, Arfan tampak sangat percaya diri. Dengan lugas dia menyampaikan pesan-pesan tentang bahaya narkoba. Bukan itu saja, anak sulung putra pasangan Muhammad Afif Khoiri dan Fetty Zurbannah, ini juga menyerukan hadirin menjauhi narkoba.

“Narkoba merusak masa depan kita. Maka, jauhi narkoba. Mari kita mendekatkan diri kepada Allah,” serunya. Usut punya usut, kepiawaian berdakwah diperoleh Arfan di sekolah. Sejak kelas II dia mengikuti ektra kulikuler dai cilik di MI Negeri Sobo.

Setidaknya sekali dalam sepekan dia belajar menjadi dai cilik (dacil) dengan bimbingan guru pembimbing, yakni Mustakim. “Saya mengikuti ekstrakulikuler dacil atas kemauan saya sendiri. Karena saya suka,” ujarnya.

Menurut Arfan, dengan mengikuti ektrahkulikuler dacil, dirinya bisa menambah teman dan pengalaman. “Apalagi saat dipercaya mengikuti lomba dacil. Saya senang sekali. Karena bisa menambah teman dari luar sekolah. Juga menambah pengalaman,” kata dia.

Belakangan diketahui, bukan kali ini saja Arfa menjuarai lomba dacil. Pada Februari lalu dia mengikuti lomba dacil di Polda Jatim. Kala itu dia berhasil menjadi juara ketiga.  Selain di Polda Jatim, bocah yang tinggal di Perum Puri Camar, Jalan Agus Salim, Banyuwangi ini juga mengkuti lomba dacil dalam rangka Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) tingkat Jatim.

Dalam lomba bertema “Berani Itu Hebat” yang dihelat di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pada April lalu tersebut. Arfan sukses merengkuh gelar juara. “Karena menjadi juara FASI tingkat provinsi, Arfan akan mewakili Jatim pada lomba dai cilik FASI tingkat Nasional yang akan digelar di Banjarmasin pada September mendatang,” imbuh Mustakim.

Sementara itu, kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Arfan mengaku dirinya bercita-cita menjadi polisi. “Dengan menjadi polisi, saya bisa menangkap orang jahat. Termasuk orang- orang yang menjual narkoba,” pungkasnya sembari tersenyum. (radar)

loading...