Alumni Stikes Jawab Tantangan Tenaga Kesehatan

0
239

alumniSTIKES (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) Banyuwangi memiliki visi strategis dalam melaksanakan fungsi pendidikannya. Sebagai wadah pendidikan tinggi kesehatan dalam memenuhi tenaga kesehatan profesional di pasar regional atau pun nasional. Bahkan, Stikes Banyuwangi juga menyuplai tenaga kesehatan di pasar internasional. Pemenuhan pasar tenaga medis itu didukung dengan program studi S1 Keperawatan, D3 Keperawatan, dan D3 Kebidanan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Intinya, Stikes telah menjawab tantangan untuk mencetak tenaga–tenaga kesehatan profesional yang andal, dan akan menjadi kontribusi bagi terwujudnya Indonesia Sehat. Untuk menunjang proses pembelajaran yang modern, Stikes telah melengkapi proses belajar mengajarnya dengan kelengkapan LCD Proyektor,OHP, Multimedia, Laboratorium Medical Bedah, serta Laboratorium Keperawatan Anak yang sangat mumpuni.  

Loading...

“Stikes Banyuwangi memiliki dedikasi tenaga-tenaga kesehatan profesional dalam memenuhi tenaga kesehatan di Indonesia,’’ ujar Ketua Stikes Banyuwangi DR H Soekardjo. Menurut Soekardjo, komunikasi keperawatan merupakan wahana utama dalam praktik keperawatan yang dilakukan antara perawat klien, perawat-keluarga klien, perawat-perawat, dan perawat-dokter, serta perawat dengan petugas kesehatan lain.

Strategi pelaksanaan tindakan keperawatan merupakan rangkaian percakapan perawat dengan klien atau rekanan pada saat melaksanakan tindakan keperawatan. Strategi pelaksanaan melatih kemampuan intelektual tentang pola komunikasi. Pada saat dilaksanakan, hal itu merupakan latihan kemampuan yang terintregasi antara intelektual, psikomotor, dan efektif. 

Stikes Banyuwangi berupaya terus melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik, meski banyak rintangan yang menghadang. “Rintangan-rintangan adalah merupakan cambuk yang harus kita jadikan modal untuk meloncat lari ke depan. Artinya rintangan, halangan, hambatan harus kita hadapi dengan arif dan bijaksana untuk mencapai  prestasi,” cetus pria yang hobi bermain bulutangkis itu. (radar)

Loading...