Anggaran Porprov Rp 21 M

0
314

anggaranUntuk Bangun Sarana dan Prasarana


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Banyuwangi bakal menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Jawa Timur pada tahun 2015 mendatang. Sedianya, ajang multi even tersebut akan dihelat selama sepekan mulai 6 hingga 7 Juni. Karena itu, Pemkab Banyuwangi dituntut mempersiapkan diri jelang menghadapi perhelatan akbar tersebut. Namun, tuan rumah masih memiliki segudang pekerjaan rumah (PR). Yang perlu diperhatikan adalah kesiapan sarana dan prasana.

Kesiapan venue menjadi salah satu prioritas utama. Sebab, venue bakal menjadi tolok ukur Banyuwangi dalam sukses penyelenggaraan. Bayangkan, sekitar 8.000 atlet dari berbagai kontingen di Jatim berada di Bumi Blambangan selama perhelatan akbar tersebut digelar. Maka dari itu, Banyuwangi harus bisa menyiapkan sarana dan prasaranayang berkaitan Porprov. Mengingat, masih banyak venue yang butuh perbaikan karena belum memenuhi standar.  

Pemkab Banyuwangi tampaknya menyiapkan dana besar untuk menyiapkan venue Porprov tersebut. Selain untuk venue, sarana dan prasana berupagedung penginapan para atlet juga akan dipersiapkan. ‘’Kita siapkan anggaran Rp 21 Miliar untuk pembangunan sarana dan prasarana Porprov 2015,’’ ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Banyuwangi, Mujiono, kemarin (13/8).

Dia menyebut, anggaran tersebut merupakan kucuran dari APBD tahun 2014. Pengerjaan proyek yang tersebar di berbagai titik itu banyak yang sudah dimulai. Sebagian masih dalam proses lelang. ‘’Pembangunan sarana dan prasarana sudah banyak yang dikerjakan,” terangnya. Dia menepis keraguan terkait dengan kesiapan Banyuwangi sebagai tuan rumah. Dia mengaku tidak khawatir dengan kesiapan sarana dan prasarana untuk Porprov 2015.  

Sebab, pengerjaan proyek di berbagai sektor akan tepat pada waktunya. ‘’Saya selalu optimistis semua akan berjalan baik. Sekarang, Pemkab Banyuwangi terus bekerja keras,’’ tandasnya. Dari sekian anggaran itu, ada tiga titik yang menyedot dana paling besar. Untuk pembangunan Stadion Diponegoro, Banyuwangi, pada tahun ini dikucurkan dana senilai Rp 3,5 miliar.

‘’Pengerjaan segera dimulai. Saat ini, masih pengedropan bahan-bahan,’’ sebut pejabat yang menjadi ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia(PBSI) Banyuwangi itu. Dia menjelaskan, proses renovasi untuk Stadion Diponegoro memang dilakukan secara bertahap. Pada tahun lalu, renovasi stadion yang menjadi home base Persewangi itu sudah menghabiskan dana senilai Rp 4,5 Miliar. ‘’Untuk tahun ini, stadion untuk pembangunan tribun dan berbagai interior,’’ paparnya. 

Selain Stadion, Pemkab Banyuwangi juga mengucurkan dana yang wah untuk pembangunan dormitory (asrama) atlet yang berada di kawasan GOR Tawang Alun, Banyuwangi. Asrama tersebut dirancang dengan desain tiga lantai. ‘’Pembangunan dormitory senilai Rp 6 Miliar. Proses pembangunan sudah dimulai,’’ jelas Mujiono. Dana besar juga dikucurkan untuk pembangunan lapangan atletik GOR Tawang Alun. Pada tahun 2014 ini, anggaran yang dibutuhkan dengan total senilai Rp 5,3 Miliar.

Sedianya,dana besar itu akan digunakan untuk pembangunan tribun dan ruang ganti serta berbagai fasilitas pendukung yang lain. Sampai saat ini, pembangunan untuk proyek lapangan atletik GOR Tawang Alun memang masih belum dikerjakan. Meski begitu, dalam waktu dekat proyek tersebut akan segera dikerjakan. ‘’Sekarang masih dalam proses lelang,’’ tandasnya. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :